Alwi Farhan, pebulutangkis tunggal putra Indonesia, berbicara mengenai kekalahannya dari Alex Lanier dalam fase grup Thomas Cup 2026. Ia mengakui bahwa tekanan yang besar membuatnya tidak dapat menunjukkan performa terbaiknya.
Dalam pertandingan tersebut, Alwi ditugaskan sebagai tunggal kedua setelah Jonatan Christie, yang juga mengalami kekalahan dari Christo Popov. Tekanan untuk meraih kemenangan menjadi beban tersendiri bagi Alwi, yang berujung pada kekalahan dalam dua set langsung dari Lanier. Ia menyatakan bahwa tekanan tersebut sangat mempengaruhi permainannya secara keseluruhan. "Karena memang sekarang posisinya kamu juga membutuhkan kemenangan, rasa itu cukup menghantui saya. Dan saya lebih merasakan pressure," ungkap Alwi dalam wawancaranya dengan media setempat. Ia juga menambahkan bahwa meskipun pola permainan lawan tidak jauh berbeda, kekuatan yang dimiliki Lanier cukup besar, sehingga ia kesulitan dalam melakukan antisipasi dan kehilangan banyak poin.
Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi Alwi yang masih muda dan minim pengalaman di turnamen beregu seperti Thomas Cup 2026. Ia berharap dapat mengambil hikmah dari kekalahan ini untuk meningkatkan performanya di masa mendatang. Mengingat usianya yang jauh lebih muda dibandingkan Jonatan Christie dan Anthony Ginting, ada kemungkinan Alwi akan berperan sebagai tunggal pertama dalam Thomas Cup dua tahun mendatang.