An Se Young, setelah mengalami cedera, berhasil melakukan comeback yang mengesankan dan mencetak rekor dunia baru dalam bulu tangkis. Prestasi ini menjadi sangat berarti, karena ia berhasil melampaui rekor kemenangan turnamen internasional terbanyak untuk kategori pemain tunggal putri yang sebelumnya dipegang oleh legenda bulu tangkis Indonesia, Susi Susanti. Susi Susanti dikenal luas setelah meraih medali emas di Olimpiade Barcelona 1992, saat bulu tangkis pertama kali dipertandingkan di ajang tersebut.
Pada tanggal 18 (waktu Korea), An Se Young berhasil mengalahkan Akane Yamaguchi dari Jepang, yang merupakan pemain peringkat 3 dunia, dengan skor 2-1 (21-13, 21-14, 21-18). Pertandingan final BWF World Tour Denmark Open 2026 yang berlangsung di Odense, Denmark, ini berlangsung selama 1 jam 17 menit dan menampilkan drama yang mendebarkan.
Drama Pertandingan yang Menegangkan
Walaupun An Se Young baru-baru ini menjadi sorotan utama dalam bulu tangkis tunggal putri, pertandingan ini layak disebut sebagai kemenangan yang hampir mirip keajaiban. Yamaguchi tampil dalam kondisi terbaiknya dan menyerang An Se Young dengan penuh semangat. Di tengah pertandingan, An Se Young mengalami keluhan pada tendon Achilles kanan setelah terpeleset di awal game ketiga. Meskipun sempat tertinggal, An Se Young tidak menyerah dan terus berjuang.
Dengan ketenangan dan strategi yang tepat, ia berhasil mengejar ketertinggalan dari Yamaguchi, yang berusia 29 tahun dan lima tahun lebih tua darinya, yang mulai kehilangan stamina. Akhirnya, An Se Young meraih kemenangan comeback yang dramatis dengan skor 2-1.
Pencapaian Luar Biasa
Kemenangan ini semakin memperkuat dominasi An Se Young, yang telah mengalahkan Yamaguchi dalam semua 10 pertandingan yang mereka jalani selama setahun terakhir. Dengan meraih trofi di Denmark Open, An Se Young kini telah mengumpulkan total 47 trofi internasional (tidak termasuk gelar junior), sehingga menciptakan rekor baru dengan melampaui 46 kemenangan yang diraih oleh Susi Susanti.