Dalam persiapan menjelang pertarungan yang ditunggu-tunggu antara Saul Canelo Alvarez dan Christian Mbilli, Teddy Atlas, seorang analis dan komentator tinju terkenal, memberikan analisis yang tajam. Atlas menyatakan bahwa Canelo harus berusaha menjatuhkan Mbilli di ronde-ronde awal untuk meningkatkan peluangnya dalam merebut kembali sabuk juara dunia kelas menengah super (super-middleweight) WBC.
Kedua petinju ini akan bertemu setelah sama-sama tidak bertanding selama 13 bulan. Canelo terakhir kali bertarung pada September 2025, di mana ia kehilangan gelar juara tak terbantahkan kepada Terence Crawford. Sementara itu, Mbilli tampil di kartu pendukung pada acara yang sama. Setelah Crawford memutuskan untuk pensiun, Mbilli kemudian dipromosikan menjadi juara penuh WBC di kelas 168 pon. Canelo, di sisi lain, harus menepi dari ring akibat cedera siku yang dialaminya hingga pertarungan perebutan gelar yang akan berlangsung akhir pekan ini.
Strategi Canelo Menghadapi Mbilli
Dalam program 'The Fight', Atlas menjelaskan bahwa tim Canelo berfokus pada kemenangan melalui KO cepat daripada mengandalkan penilaian juri. Ia bahkan membandingkan gaya bertarung agresif Mbilli dengan legenda tinju dunia, Joe Frazier. "Saya pikir Canelo bisa melukainya di awal pertarungan, dan dia memang harus melakukan itu. Alasan utama mereka mengambil pertarungan ini bukan untuk mengincar kemenangan angka, melainkan mengusung misi, 'Kita harus meng-KO orang ini dan kita punya kesempatan untuk itu,'" ungkap Atlas.
Atlas menambahkan, "Jika Canelo tidak melakukannya di awal, Mbilli adalah sosok 'Smokin' Joe Frazier di kelas yang lebih ringan. Tentu saja Frazier memukul lebih keras, tetapi gaya serangnya serupa." Ia juga memprediksi bahwa Mbilli, yang lebih muda, memiliki peluang untuk menguras stamina Canelo yang kini berusia 36 tahun dan memiliki hampir 70 pertarungan profesional di belakangnya.
Peluang Mbilli dalam Pertarungan
Atlas berpendapat bahwa Mbilli dapat merobohkan ketahanan Canelo di ronde-ronde akhir melalui kombinasi serangan ke arah tubuh. "Saya pikir Mbilli bisa merobohkan ketahanan Canelo di ronde-ronde akhir lewat kombinasi serangan ke arah tubuh. Mbilli berpotensi mengikis staminanya perlahan dan menang lewat akumulasi pukulan, tidak harus dengan satu pukulan KO langsung," tambahnya.
Pertarungan antara Canelo Alvarez dan Christian Mbilli dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu ini, di mana Canelo bertekad untuk menegaskan kembali posisinya sebagai penguasa utama divisi 168 pon.