Rencana pertarungan yang sangat dinantikan antara Anthony Joshua dan Tyson Fury kembali menjadi perbincangan hangat setelah terdengar kabar bahwa duel tersebut mungkin tidak akan digelar di Inggris. Beberapa laporan mengindikasikan bahwa promotor sedang mempertimbangkan Amerika Serikat sebagai lokasi pertarungan yang dijadwalkan berlangsung pada bulan November mendatang. Selain itu, ada juga opsi yang menyebutkan bahwa pertarungan tetap bisa dilaksanakan di Inggris, namun pada waktu dini hari agar sesuai dengan jadwal siaran televisi di pasar Amerika.
Rumor ini langsung memicu reaksi dari para penggemar tinju di Inggris yang menginginkan laga yang bertajuk Battle of Britain tersebut diadakan di Stadion Wembley, yang dianggap sebagai tempat paling layak untuk mempertemukan dua petinju terkemuka kelas berat Inggris dalam satu ring.
Harapan Joshua untuk Wembley
Menanggapi isu tersebut, Joshua menyatakan bahwa ia memiliki harapan yang sama. Ia berharap pertarungan melawan Fury dapat tetap dilaksanakan di Inggris dan menyebutkan bahwa pihaknya terus berusaha untuk mewujudkan hal tersebut. "Saya juga sependapat, pertarungan itu memang seharusnya digelar di Wembley. Namun keputusan itu bukan sepenuhnya ada di tangan saya. Kami terus mendorong agar laga berlangsung di Inggris dan klausul tersebut juga sudah dimasukkan ke dalam kontrak," ungkap Joshua dalam sebuah wawancara.
Fokus pada Pertandingan Selanjutnya
Walaupun demikian, petinju berusia 36 tahun ini mengaku belum mengetahui apakah rumor mengenai pemindahan lokasi pertarungan itu akan menjadi kenyataan atau hanya sekadar spekulasi. "Saya juga masih mendengar berbagai pembicaraan. Untuk saat ini, fokus saya adalah menghadapi Kristian Prenga lebih dulu," tambahnya.
Joshua dijadwalkan akan bertanding melawan Kristian Prenga di Jeddah, Arab Saudi, pada akhir pekan ini. Di sisi lain, Tyson Fury juga akan menjalani laga pemanasan melawan veteran asal Polandia, Mariusz Wach, di Pattaya, Thailand. Jika keduanya berhasil meraih kemenangan, negosiasi untuk duel antara Joshua dan Fury diperkirakan akan memasuki tahap akhir.
Pertarungan ini telah lama dinantikan karena kedua petinju tersebut telah mendominasi kelas berat selama lebih dari satu dekade, meskipun berbagai kendala telah menghalangi terwujudnya laga ini. Meskipun tidak lagi memegang gelar juara dunia, duel antara Anthony Joshua dan Tyson Fury tetap diprediksi akan menjadi salah satu pertarungan terbesar dalam sejarah tinju Inggris. Selain mempertaruhkan gengsi antara dua mantan juara dunia, laga ini juga diperkirakan mampu memecahkan rekor penonton dan pendapatan jika benar-benar digelar di Wembley.