Logo
Berita Olahraga

Apresiasi FPTI terhadap Usaha Aditya Tri Syahria di Asian Games 2026

Federasi Panjat Tebing Indonesia memberikan penghargaan kepada Aditya Tri Syahria atas penampilannya di Asian Games 2026 meskipun gagal meraih medali emas akibat kesalahan start.

A
Atha Aziz
04 October 2026 23 pembaca
kompas.com Sumber: kompas.com
Aksi atlet panjat tebing Indonesia, Aditya Tri Syahria, dalam ajang Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.(Dok. NOC Indonesia)
Aksi atlet panjat tebing Indonesia, Aditya Tri Syahria, dalam ajang Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.(Dok. NOC Indonesia)

KOMPAS.com - Usaha Aditya Tri Syahria dalam kompetisi Asian Games 2026 mendapatkan pengakuan dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, menyatakan bahwa Aditya telah menunjukkan kemampuan yang sesuai dengan harapan saat bertanding di Aichi-Nagoya, Jepang.

Pada hari Kamis, 1 Oktober 2026, Aditya berhasil melaju ke final panjat tebing nomor speed putra. Namun, kesempatan untuk meraih medali emas sirna setelah ia melakukan kesalahan start atau false start di babak final. Yenny menjelaskan bahwa meskipun catatan waktu Aditya adalah yang tercepat, kesalahan tersebut mengakibatkan hasil yang tidak memuaskan.

Komentar Yenny Wahid tentang Kinerja Aditya

“Sebetulnya secara catatan waktu, Adit itu yang paling cepat. Jadi ya kemarin salah start. Memang ya itu olahraga, seperti itu,” ungkap Yenny di Nagoya pada Sabtu malam.

Harapan untuk Masa Depan

FPTI berharap pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi Aditya untuk tampil lebih baik di masa mendatang. Yenny juga mencatat bahwa beberapa atlet lain juga mengalami kesalahan serupa dalam perlombaan tersebut. “Semoga dengan kematangan atlet dan latihan juga, Adit bisa lebih mengenal kemampuannya, bisa menahan diri dan lebih punya ritme bertanding. Catatan waktunya sudah terbaik, tapi ya sedang tidak beruntung," tambahnya.

“Yang melakukan kesalahan start bukan cuma dia, tapi atlet China dan Jepang juga. Padahal, tiga atlet itu yang terunggul,” jelas Yenny, seperti dilansir dari Antara.

FPTI meyakini bahwa Aditya memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi salah satu andalan Indonesia dalam kompetisi panjat tebing di tingkat internasional. Bahkan, Aditya termasuk dalam proyeksi atlet yang berpeluang mewakili Indonesia di Olimpiade 2028.

Oleh karena itu, pembinaan atlet tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga pada penguatan mental agar mereka dapat mengatasi tekanan dan tetap tenang saat bertanding di level dunia. Pengalaman di Nagoya diharapkan dapat membantu Aditya dalam mengembangkan potensinya.

Di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026, cabang olahraga panjat tebing Indonesia berhasil meraih satu medali emas, yang dipersembahkan oleh Desak Made Rita Kusuma Dewi di nomor speed putri.

Artikel Terkait