Logo
Berita Olahraga

Atlet Bali Sumbang Emas dan Pecahkan Rekor Dunia di Asian Para Games 2026

I Kadek Dwi Purwana Yasa berhasil meraih medali emas dan memecahkan rekor dunia dalam nomor lempar cakram di Asian Para Games 2026 yang berlangsung di Nagoya, Jepang.

A
Atha Aziz
20 October 2026 20 pembaca
kompas.com Sumber: kompas.com
Pecahkan Rekor Dunia! Kadek Dwi Persembahkan Emas untuk Indonesia di Asian Para Games 2026(Dok. Kemenpora)
Pecahkan Rekor Dunia! Kadek Dwi Persembahkan Emas untuk Indonesia di Asian Para Games 2026(Dok. Kemenpora)

Indonesia menambah koleksi medali emas di Asian Para Games 2026 berkat prestasi atlet asal Bali, I Kadek Dwi Purwana Yasa. Ia berhasil meraih kemenangan di nomor lempar cakram klasifikasi F57 yang diadakan di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Jepang, pada Selasa (20/10/2026). Kadek Dwi yang merupakan unggulan dalam kategori ini, sebelumnya telah mencatatkan rekor dunia dengan lemparan sejauh 48,68 meter di kejuaraan dunia di Meksiko pada 22 Juli 2026. Meskipun memiliki status tersebut, Kadek memilih untuk tampil dengan santai.

Pencapaian Gemilang di Lomba

Kadek Dwi berhasil mencatatkan lemparan pertama sejauh 46,79 meter, kemudian meningkat pada lemparan kedua menjadi 47,17 meter. Dalam lemparan ketiga, ia memecahkan rekor dunia yang sebelumnya ia buat sendiri dengan lemparan mencapai 49,75 meter, melampaui rekor sebelumnya sebesar 1,07 meter. Dengan pencapaian tersebut, Kadek Dwi menunjukkan dominasi yang sulit ditandingi oleh enam pesaing lainnya di kategori ini. Atlet dari Uzbekistan, Yorkinbek Odilov, berada di posisi kedua dengan lemparan 45,10 meter, diikuti oleh Hussein Khazaee dari Irak dengan 45,06 meter.

Perasaan Bahagia dan Dedikasi

Setelah pertandingan, Kadek Dwi tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya. Ia merasa bangga dapat memberikan yang terbaik untuk Indonesia dalam debutnya di Asian Para Games 2026. "Pertandingannya bagus. Lemparan saya lumayan bagus juga. Soal lawan-lawannya, kita sudah pernah bertemu jadi sudah tahu lah kekuatannya seperti apa," ungkap Kadek Dwi saat diwawancarai di mixed zone Stadion Paloma Mizuho, Nagoya.

Secara khusus, Kadek mendedikasikan medali ini untuk kedua orang tuanya. Sebelum berangkat ke Nagoya, ia mengalami masa berduka karena kehilangan ayahnya. Kadek sempat pulang ke Bali sebelum kembali ke Solo dan berangkat ke Nagoya bersama tim. "Medali ini saya persembahkan untuk ibu dan bapak saya," jelasnya.

Target Masa Depan

Kadek Dwi merasa tidak terbebani meski datang ke Jepang dengan status sebagai pemegang rekor dunia. Ia mengaku puas dengan pencapaiannya meskipun ada beberapa faktor yang memengaruhi hasil lemparannya. "Saya puas dengan lemparan ini. Saat di latihan sampai 50 (meter) lebih. Mungkin karena ada beberapa faktor, termasuk arah angin," tambahnya. Ia juga menambahkan bahwa tidak merasa terbebani dengan status tersebut dan berusaha untuk tampil lepas.

Ke depannya, Kadek memiliki target untuk berkompetisi di Paralimpiade Los Angeles 2028. "Tapi mungkin setelah ini saya pindah nomor ke (lempar) lembing karena di Paralimpiade (lempar) cakram-nya ditutup. Semoga dengan waktu tersisa masih bisa (ke Paralimpiade 2028), Astungkara," harapnya.

Cabang olahraga para atletik menjadi penyumbang medali terbanyak bagi Indonesia di Asian Para Games 2026. Hingga pukul 12.00 WIB, para atletik telah meraih total tujuh medali, terdiri dari satu emas, dua perak, dan empat perunggu. Medali perak disumbangkan oleh Marcelino Michael di nomor tolak peluru putra F12, serta Lia Priyanti di nomor lempar cakram F43-44/F62/F64. Empat medali perunggu diraih oleh Karisma Evi Tiarani di nomor lompat jauh T42/T44/T61-64, Rizal Bagus Saktyono di nomor lempar lembing F46, Alfin Nomleni di nomor lari 400 meter T20, dan Nanda Mei Sholihah di nomor lari 200 meter putri T47.

Artikel Terkait