Jakarta - Atlet padel Indonesia saat ini tengah memfokuskan perhatian mereka pada kualifikasi Piala Dunia setelah menyelesaikan partisipasi di Asian Games 2026. Kualifikasi Piala Dunia Padel atau FIP World Cup 2026 Qualifiers untuk wilayah Asia dan Afrika dijadwalkan berlangsung di Kuwait, dari tanggal 26 hingga 30 Oktober 2026. Jika berhasil lolos, para atlet akan langsung berkompetisi di Piala Dunia Padel yang diadakan di Doha, Qatar, antara 2 hingga 7 November mendatang.
"Jadi tanggal 20 Oktober ini mulai TC-nya, kemudian tiga hari berikutnya berangkat ke Kuwait. Tanggal 25 Oktober latihan dan besoknya bertanding. Jadi betapa padatnya hari itu tapi ini kualifikasi terakhir," ungkap Ketua Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PB PI) Galih Dimuntur Kartasasmita di Jakarta Selatan, pada Jumat (16/10/2026).
Harapan untuk Hasil Positif
Galih berharap agar timnya dapat meraih hasil yang menggembirakan dari kompetisi tersebut. Medali perak dan perunggu yang diperoleh dari Asian Games diharapkan menjadi bekal bagi padel Indonesia dalam menghadapi kualifikasi ini. Meskipun demikian, evaluasi tetap akan dilakukan untuk memperbaiki kekurangan serta memperkuat kelebihan yang ada.
"Jadi menurut saya ini awal yang baik untuk padel Indonesia. Awal yang baik untuk membuktikan bahwa padel itu bukan hanya olahraga rekreasi dan bisa memberikan prestasi kepada bangsa dan negara," tambah Galih.
Tantangan Tim Putra
Mengenai tim putra yang belum berhasil meraih medali, Galih menyadari adanya perbedaan dalam pengalaman bertanding antara atletnya dan para pesaing. "Jadi buat yang putra kita pasti evaluasi. Lawan-lawan kita ini kan ada yang lahirnya sudah mulai dari 8 tahun latihan padel," jelasnya.
"Sedangkan pemain-pemain kita kan yang putranya 8 tahun pegang tenis. Jadi itu perlu waktu untuk penyesuaian. Menurut saya, tim putra kita pun belajar dari kemarin. Mudah-mudahan mereka nanti di Kuwait bisa menerjemahkan kejadian Asian Games untuk ke depannya," sambungnya.
"Tapi mereka butuh jam terbang. Kalau kita enggak kirim, mereka tak akan belajar. Jadi mereka harus berangkat ke Kuwait dan harus menunjukkan bahwa mereka bisa belajar. Dan saya yakin anak-anak ini kekuatannya luar biasa. Skills mereka sudah sejak pulang dari Spanyol tuh jauh. Memang ada kesandung sedikit lah menurut saya," lanjut Galih.
"Jadi ke depannya, kami juga akan memperbanyak friendly match. Saya sudah berbicara dengan tim Kuwait, Jepang, dan tim-tim Eropa. Jadi semuanya sudah saya gambarkan lah," tutupnya.