Logo
Berita Olahraga

Bagas Maulana Beralih ke Ganda Campuran, Ini Alasannya

Keputusan PBSI untuk memindahkan Bagas Maulana ke ganda campuran didasarkan pada karakter permainan yang sesuai dengan kebutuhan di nomor tersebut. Bagas akan berpasangan dengan Indah Cahya Sari Jamil...

A
Arka Wisena
04 August 2026 2 pembaca
Foto: Mercy Raya/detikcom
Foto: Mercy Raya/detikcom

Jakarta - Langkah PBSI untuk memindahkan Bagas Maulana dari ganda putra ke ganda campuran memiliki dasar yang kuat. Pelatih ganda putra, Antonius Budi Ariantho, menilai bahwa karakter permainan Bagas sangat cocok dengan tuntutan di nomor mixed doubles. Bagas akan memulai perjalanan baru dalam kariernya dengan berpasangan bersama Indah Cahya Sari Jamil, dan debut pasangan ini direncanakan akan berlangsung di Pontianak International Challenge 2026.

Kesesuaian Karakter Permainan

Menurut Anton, kekuatan utama Bagas terletak pada kemampuannya di area belakang lapangan. Hal ini dianggap sebagai modal penting untuk bersaing di sektor ganda campuran. "Kalau dari Bagas itu kan istilahnya secara teknik memang pemain belakang ya, serangan, ya. Sedangkan mix cenderung cowoknya di belakang terus, ya kan? Lebih dominan 70 persenan di belakang. Jadi, sebetulnya cocok (peran ini) sama Bagas, dengan posturnya, dengan power-nya, ya enggak ada salahnya dicoba," jelas Anton di Pelatnas PBSI, Selasa (4/8/2026).

Selama berkarier di ganda putra, Bagas hampir selalu berfungsi sebagai pemain belakang. Ketika berpasangan dengan Leo Rolly Carnando, Muhammad Putra Erwiansyah, maupun Muhammad Shohibul Fikri, juara All England 2022 itu menjadi andalan dalam serangan. Dengan pengalaman tersebut, Anton optimis bahwa Bagas tidak akan kesulitan beradaptasi di sektor barunya. "Secara teknik, dia posisinya selalu kan sama Leo di belakang, sama Putra pun begitu. Pernah sama si Fikri, posisinya di belakang. Sedangkan mix double kan cenderung... sama, cowoknya kan di belakang terus. Ya mudah-mudahan bisa prestasi," tambahnya.

Keinginan Bagas untuk Beradaptasi

Anton juga menjelaskan bahwa perpindahan sektor ini bukan hanya keputusan pelatih semata. Bagas sebelumnya telah menyatakan keinginannya untuk mencoba bermain di ganda campuran. "Ya (kami) ngobrol juga sih (dengan Bagas), tapi dia memang, memang mau coba di sektor mix. Mau coba. (Bagas) Enggak ada masalah," kata Anton.

Meskipun melihat potensi yang ada pada Bagas, Anton belum ingin menetapkan target yang tinggi. Ia berpendapat bahwa PBSI akan memberikan kesempatan bagi Bagas untuk beradaptasi sebelum melakukan evaluasi lebih lanjut. "Ya lihat nanti saja coba, enggak bisa memprediksi sekarang saya, ya kan. Tapi ya kasih kesempatan lah," ujarnya.

Bagas dijadwalkan untuk menjalani debut di sektor ganda campuran bersama Indah Cahya Sari Jamil pada Pontianak International Challenge 2026. Turnamen ini akan menjadi langkah awal untuk menguji apakah perubahan yang dilakukan oleh PBSI dapat menghasilkan pasangan yang kompetitif.

Artikel Terkait