Asosiasi Badminton Malaysia (BAM) tidak akan terburu-buru dalam mencari sosok pengganti Nova Widianto yang telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih kepala ganda campuran pada tanggal 31 Juli lalu. BAM akan lebih fokus pada proses pencarian kandidat yang memenuhi kualifikasi untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Nova.
Diskusi dengan Pihak Terkait
Rexy Mainaky, yang menjabat sebagai Direktur Kepelatihan Nasional, menyatakan bahwa ia akan melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan Datuk Seri Lee Chong Wei, selaku ketua komite kinerja BAM, mengenai langkah-langkah selanjutnya. Ia juga mengungkapkan bahwa Jeremy Gan dari Malaysia telah menolak tawaran untuk mengambil alih posisi Nova Widianto, karena ingin tetap fokus pada tugasnya sebagai pelatih ganda campuran Hong Kong.
Peran Sementara dan Tantangan ke Depan
"Kami tidak ingin terburu-buru mencari pelatih baru untuk menggantikan Nova. Kami butuh waktu untuk mengidentifikasi dan merekrut pelatih yang berkualitas," ujar Rexy. Sementara itu, ia akan memberikan dukungan kepada Lutfi Zaim Khalid, wakil pelatih ganda campuran saat ini, sampai pelatih baru resmi dilantik.
Nova Widianto, yang akan kembali bergabung dengan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), meninggalkan kekosongan yang signifikan di BAM. Ia memiliki peran penting dalam membantu pasangan Chen Tang Jie dan Toh Ee Wei meraih gelar ganda campuran di Paris tahun lalu. Nova akan menggantikan posisi kakaknya, Rionny Mainaky, sebagai kepala ganda campuran di PBSI. Rionny juga mengundurkan diri dari PBSI hampir bersamaan dengan Nova, yang menimbulkan spekulasi tentang kemungkinan "pertukaran langsung" di antara keduanya.
Dengan Toh Ee Wei yang masih dalam masa rehabilitasi setelah menjalani operasi ligamen anterior cruciate awal bulan lalu dan dipastikan absen dari Kejuaraan Dunia, Rexy memiliki waktu lebih untuk mencari pelatih baru yang akan memimpin departemen ganda campuran hingga Olimpiade Los Angeles 2028.