Dalam berita MotoGP dari Silverstone, Marco Bezzecchi mengejutkan banyak pihak dengan pencapaiannya meraih podium dalam sprint Grand Prix Inggris. Meskipun demikian, Bezzecchi mengungkapkan bahwa dirinya merasa sangat lelah dan "hancur" setelah melewati hari yang penuh tekanan.
Setelah pulih dari cedera yang dideritanya di Sachsenring, pembalap dari tim Aprilia ini sempat menunjukkan performa yang baik dengan memimpin sesi latihan utama pada hari Jumat. Namun, Sabtu menjadi tantangan tersendiri bagi kebugarannya saat balapan akhir pekan dimulai. Dalam sesi kualifikasi yang mencetak rekor sirkuit, Bezzecchi berhasil mencatat waktu 1 menit 56,183 detik, yang membawanya ke posisi di baris kedua grid.
Perjuangan di Balapan Sprint
Meskipun berhasil meraih posisi yang baik, usaha tersebut memberikan tekanan besar pada fisiknya, terutama setelah harus menyelesaikan 10 lap berturut-turut dalam sprint—jumlah yang dua kali lipat dari yang dilakukannya dalam sesi FP2 sebelumnya. Dengan rasa sakit dan sensasi aneh di kakinya, Bezzecchi mampu bangkit dari awal yang lambat, menyalip Ducati milik Marc Marquez pada lap ke-5 dan kemudian menyusul Fabio di Giannantonio untuk merebut posisi ketiga.
Hasil ini menjadi podium Sprint pertama bagi Bezzecchi sejak balapan di Hungaria pada awal Juni dan juga membantu tim Aprilia meraih posisi tiga besar untuk pertama kalinya dalam balapan pada hari Sabtu. Bezzecchi menyatakan bahwa pencapaian ini melampaui ekspektasinya, bahkan lebih dari sekadar "sedikit." Dia menyampaikan, "Empat lap menjelang akhir, saya benar-benar merasakan penurunan performa fisik. Setelah kualifikasi, saya merasa hancur. Untuk mencatat waktu tersebut, saya harus berusaha sangat keras."
Tantangan Selanjutnya
Meskipun baru sebulan pasca operasi bahu, Bezzecchi masih merasakan keterbatasan fisik, termasuk kurangnya kekuatan di bahu kirinya serta rasa sakit dan keterbatasan mobilitas di lutut. Dengan balapan pada hari Minggu yang akan berlangsung selama 20 lap, tantangan yang lebih besar menanti mantan pemimpin klasemen ini.
Bezzecchi berharap bahwa ban belakang medium yang diharapkan lebih tahan lama dapat membantunya dalam balapan mendatang. Meskipun demikian, dia merendahkan harapan untuk meraih podium di Silverstone, dengan pernyataan, "Saya berharap, tetapi jujur tidak berpikir begitu. Besok dengan jarak yang lebih panjang, mudah-mudahan Jorge akan memulai lebih lambat."
Dengan berbagai tantangan yang ada di Silverstone, semangat dan kerja keras Bezzecchi tetap menjadi sorotan utama dalam ajang MotoGP pekan ini.