Pedro Acosta sebenarnya memiliki kesempatan untuk bersaing dalam perebutan podium pada Sprint MotoGP San Marino 2026. Namun, pertarungan sengit dengan Fermin Aldeguer justru membuat keduanya kehilangan banyak waktu dan gagal mendekati Jorge Martin. Pada balapan yang berlangsung pada Sabtu (12/9/2026) tersebut, Acosta harus puas finis di posisi keenam, hasil yang mengecewakan mengingat ia sempat berada di depan Aldeguer dan memiliki peluang untuk mengejar kelompok podium.
Acosta memulai balapan dari posisi ketujuh, satu tempat di belakang Aldeguer. Namun, start yang kurang baik dari pembalap Gresini tersebut memberikan kesempatan bagi Acosta untuk naik posisi. Dia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan berhasil menyalip Aldeguer di Tikungan 8 pada lap pertama, sehingga naik ke posisi kelima.
Persaingan Ketat yang Menguntungkan Rival
Persaingan antara Acosta dan Aldeguer semakin intens. Aldeguer membalas pada lap ketiga setelah keduanya bersenggolan saat memasuki Tikungan 3, yang membuka peluang bagi Alex Marquez untuk melewati mereka dan merebut posisi kelima. Duel antara Acosta dan Aldeguer berlanjut, dengan keduanya saling menyalip di beberapa tikungan. Namun, pertarungan tersebut justru mengakibatkan mereka kehilangan waktu yang signifikan.
Acosta mengakui bahwa duel tersebut tidak menguntungkan bagi siapapun. Ia berpendapat bahwa jika tidak terlibat dalam pertarungan tersebut, dirinya dan Aldeguer mungkin bisa lebih dekat dengan Jorge Martin yang berhasil finis di posisi ketiga. "Kami berdua melakukan beberapa kesalahan bodoh saat bertarung dengan Fermin. Itu membuat kami kehilangan banyak waktu. Saya pikir tanpa pertarungan tersebut, kami berdua bisa jauh lebih dekat dengan Martin saat itu. Tapi memang begitulah balapannya," ungkap Acosta.
Kendala Lain yang Dihadapi Acosta
Masalah Acosta tidak hanya berhenti pada duel dengan Aldeguer. Ia juga mengalami kesulitan dalam melakukan pengereman selama Sprint. Acosta menegaskan bahwa pilihan ban bukanlah faktor yang menyebabkan hasil yang kurang memuaskan. Ia menggunakan ban belakang tipe soft, berbeda dengan Marc Marquez yang memilih medium dan berhasil meraih kemenangan di Sprint.
Menurut Acosta, penggunaan ban medium tidak akan mengubah hasil balapannya karena perbedaan performa antara ban soft dan medium tidak terlalu signifikan. Baginya, masalah utama terletak pada kemampuan untuk menghentikan motor saat pengereman. Dalam Sprint yang terdiri dari 13 lap tersebut, Acosta mencatatkan lap tercepat dengan waktu 1 menit 31,154 detik, hanya terpaut 0,003 detik dari Aldeguer, meskipun keduanya telah kehilangan banyak waktu akibat pertarungan sejak awal balapan.