Bob Arum, promotor senior dari Top Rank, menunjukkan keraguan terhadap nilai komersial serta ketertarikan publik terhadap kemungkinan pertarungan antara Ryan Garcia, pemegang sabuk kelas welter WBC, dan legenda tinju Floyd Mayweather Jr. Menurut Arum, wacana pertarungan ini tampaknya hanya menjadi sarana untuk meraih keuntungan finansial.
Awalnya dianggap sebagai rumor, perbincangan mengenai duel di kelas welter ini semakin menguat setelah Garcia mengumumkan bahwa kesepakatan untuk pertarungan telah tercapai. Garcia baru saja mempertahankan gelarnya dengan mengalahkan Conor Benn pada ronde kedua bulan lalu. Setelah pulih dari masa hukuman akibat kasus doping dan cedera tangan, Ryan Garcia yang kini berada dalam performa terbaiknya, justru memilih untuk menantang Mayweather yang kini berusia 49 tahun, dengan harapan dapat mengakhiri rekor sempurna 50-0 milik sang legenda.
Pertanyaan tentang Daya Tarik Publik
Dalam wawancaranya dengan Fight Hub TV, Arum meragukan apakah pertarungan ini dapat memenuhi harapan finansial kedua petinju. "Apakah publik akan tertarik? Saya tidak tahu. Saya tahu Floyd (diduga) membutuhkan uang karena ia telah menghabiskan banyak uang dari yang pernah ia hasilkan," ungkap Arum.
Lebih lanjut, Arum menambahkan, "Apakah Garcia vs Mayweather akan menghasilkan uang? Ya. Tapi apakah cukup untuk memuaskan mereka? Saya tidak yakin. Saya pikir minat publik akan terbatas melihat petinju muda di puncak permainannya bertarung melawan pria tua."
Masalah Hukum Menghantui Mayweather
Selain dianggap sebagai pilihan lawan yang tidak biasa, kepastian Mayweather untuk kembali ke ring profesional juga terancam oleh masalah hukum, menyusul gugatan jutaan dolar yang diajukan oleh pihak CSI Sports. Hal ini menambah ketidakpastian mengenai kelangsungan pertarungan yang diharapkan banyak orang ini.