Logo
Basket

Breanna Stewart Menekankan Pentingnya Inklusi di WNBA di Tengah Kontroversi Transgender

Bintang New York Liberty, Breanna Stewart, menekankan perlunya WNBA sebagai ruang aman dan inklusif bagi semua pemain dan penggemar, di tengah perdebatan mengenai partisipasi perempuan transgender dal...

S
Surya Kirana
24 August 2026 30 pembaca
Breanna Stewart mengatakan keberadaan aksi dari kedua kubu menunjukkan besarnya perhatian terhadap WNBA, tetapi ia berharap pertandingan tetap menjadi tempat yang nyaman bagi semua penonton. (Foto: AP)
Breanna Stewart mengatakan keberadaan aksi dari kedua kubu menunjukkan besarnya perhatian terhadap WNBA, tetapi ia berharap pertandingan tetap menjadi tempat yang nyaman bagi semua penonton. (Foto: AP)

Pemain bintang dari New York Liberty, Breanna Stewart, berharap agar WNBA tetap menjadi lingkungan yang inklusif dan aman bagi para pemain serta penggemar, terutama di tengah meningkatnya perdebatan mengenai partisipasi perempuan transgender dalam olahraga wanita. Kontroversi ini mencuat seiring dengan aksi-aksi dan protes yang terjadi di sekitar pertandingan WNBA.

Isu ini mencuat setelah Sophie Cunningham, pemain dari Indiana Fever, mengungkapkan penolakannya terhadap perempuan transgender yang berkompetisi dalam olahraga wanita dalam sebuah wawancara dengan ESPN bulan lalu. Sebelum pertandingan antara Fever dan Liberty berlangsung pada Sabtu malam, dua aksi damai diadakan, masing-masing mewakili pandangan berbeda mengenai partisipasi transgender dalam olahraga.

Pentingnya Ruang Aman bagi Semua Pihak

Stewart menyatakan bahwa keberadaan aksi dari kedua sisi menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap WNBA. Ia berharap agar arena pertandingan tetap menjadi tempat yang nyaman bagi semua penonton. "Mengetahui ada aksi dari kedua sisi menunjukkan platform yang dimiliki WNBA. Saya ingin penggemar Liberty dan bahkan penggemar Indiana yang datang malam ini bisa menjadikan arena ini sebagai ruang yang aman," ungkapnya kepada wartawan.

Cunningham sendiri melihat hal ini dari sisi positif, di mana kontroversi yang ada justru menarik lebih banyak orang untuk menyaksikan WNBA, baik secara langsung maupun melalui siaran. "Banyak penggemar baru, bukan hanya yang menonton, tetapi juga datang ke pertandingan dan melihat suasana serta bakat para pemain," katanya menjelang pertandingan. Ia percaya bahwa meningkatnya perhatian terhadap WNBA dapat membantu memperkenalkan olahraga ini kepada anak-anak yang sebelumnya belum pernah menonton atau hadir di arena pertandingan.

Respons WNBA terhadap Kontroversi

Baru-baru ini, setidaknya tiga penonton diminta oleh petugas keamanan WNBA untuk menutupi kaus yang bertuliskan pesan mengenai partisipasi perempuan transgender dalam olahraga wanita saat pertandingan Atlanta Dream melawan Fever. Namun, WNBA kemudian menyatakan bahwa seharusnya para penonton tersebut diperbolehkan mengenakan kaus tersebut.

Stewart menegaskan bahwa penggemar datang ke pertandingan WNBA karena merasa dapat menjadi diri mereka sendiri. Menurutnya, karakter inklusif ini merupakan aspek penting yang tidak boleh hilang dari liga. Ia juga menekankan bahwa setiap orang berhak memiliki pendapat dan menyampaikan pandangannya. Namun, Stewart menilai bahwa upaya untuk memecah belah pemain, tim, atau lawan tidak seharusnya dibiarkan. "Liga ini sangat inklusif dan itulah yang terus kami perjuangkan. Kami tidak ingin kehilangan platform tersebut," tegasnya.

Hingga saat ini, WNBA belum memiliki pemain transgender yang berkompetisi di liga. Perjanjian kerja sama liga menyatakan bahwa WNBA diperuntukkan bagi perempuan, tetapi tidak mencantumkan ketentuan lebih spesifik mengenai identitas gender atau jenis kelamin saat lahir. Stewart dikenal sebagai pendukung komunitas transgender dan pernah menghadapi kritik di media sosial terkait tema sepatu khasnya yang terinspirasi dari Harry Potter, karya J.K. Rowling, yang juga mendapat kritik karena pandangannya mengenai isu transgender. Stewart kemudian menyumbangkan royalti dari sepatu tersebut kepada The Trevor Project, sebuah organisasi nirlaba yang menyediakan layanan pencegahan bunuh diri dan intervensi krisis bagi kaum muda LGBTQ+.

Artikel Terkait