Logo
Raket

BWF Mengawasi Kasus Korupsi yang Melibatkan Presiden Badminton China, Zhang Jun

BWF mengonfirmasi bahwa mereka belum menerima informasi lebih lanjut mengenai Zhang Jun, presiden Asosiasi Badminton China, yang sedang dalam penyelidikan terkait dugaan korupsi.

S
Surya Kirana
07 May 2026 20 pembaca
BWF Mengawasi Kasus Korupsi yang Melibatkan Presiden Badminton China, Zhang Jun
Zhang Jike/[Foto:Sohusports]

Badan pengatur bulu tangkis dunia, BWF, mengungkapkan pada hari Selasa bahwa mereka belum mendapatkan kabar terbaru mengenai Zhang Jun, presiden Asosiasi Badminton China (CBA), yang saat ini sedang dalam penyelidikan oleh badan antikorupsi China. Zhang Jun, yang juga merupakan peraih dua medali emas Olimpiade, dituduh melakukan "pelanggaran serius terhadap disiplin dan hukum" yang sering kali merujuk pada tindakan korupsi di Tiongkok.

Tuduhan terhadap Zhang, yang berusia 48 tahun, belum dijelaskan secara rinci. Namun, media pemerintah melaporkan bahwa penyelidikan tersebut berkaitan dengan perannya di CBA. Zhang, yang terkenal di dunia bulu tangkis, telah berkontribusi besar dalam olahraga ini, termasuk menjabat sebagai anggota dewan Federasi Bulu Tangkis Dunia dan terlibat dalam berbagai komite di badan tersebut. Sekretaris Jenderal BWF, Thomas Lund, menyatakan, “Kami menyadari hal itu (tuduhan pelanggaran), tetapi kami praktis tidak mengetahui hal lain.”

Thomas Lund menambahkan bahwa BWF telah berupaya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, namun hingga saat ini belum ada informasi mendalam yang tersedia. Meskipun Zhang tetap menjadi anggota dewan, beberapa peran lainnya telah dialihkan sementara. Ia juga mengonfirmasi bahwa belum ada kontak langsung dengan Zhang. Sejak pensiun dari karir bermain pada tahun 2007, Zhang bergabung dengan tim pelatih nasional sebelum diangkat sebagai kepala CBA pada tahun 2019. Belakangan ini, ketidakhadiran Zhang memicu desas-desus di media sosial, dengan tagar “Ketua Asosiasi Bulu Tangkis Zhang Jun Hilang” yang telah menjangkau lebih dari 55 juta tayangan di Weibo.

Dengan situasi yang terus berkembang, BWF akan terus memantau perkembangan penyelidikan ini dan menunggu informasi lebih lanjut mengenai langkah selanjutnya yang akan diambil.

Artikel Terkait