Bintang tinju asal Meksiko, Saul Canelo Alvarez, telah mengonfirmasi bahwa pertarungan utama melawan juara kelas menengah super WBC, Christian Mbilli, akan tetap dilaksanakan di Riyadh pada tanggal 31 Oktober. Pernyataan ini menghilangkan berbagai spekulasi mengenai pembatalan atau pemindahan lokasi pertarungan ke Las Vegas.
Pertarungan ini menjadi kesempatan bagi Canelo untuk kembali ke ring setelah kekalahannya dari Terence Crawford pada bulan September lalu. Ia bertekad untuk merebut kembali sabuk juara yang hilang dengan menghadapi Mbilli, yang kini menjadi juara penuh setelah pensiunnya Crawford.
Kekhawatiran Terhadap Situasi Regional
Rencana untuk menggelar acara bertajuk Mexico vs The World di The Venue, Riyadh, sempat terancam oleh ketegangan regional, termasuk serangan pesawat nirawak di area sekitar ibu kota Arab Saudi. Hal ini memicu rumor di kalangan penggemar tinju bahwa pertarungan tersebut mungkin akan dipindahkan ke Amerika Serikat.
Namun, Turki Alalshikh, penasihat utama otoritas hiburan Arab Saudi, menegaskan bahwa Canelo berkomitmen untuk tetap bertarung di Riyadh sesuai jadwal. "Canelo menghubungi saya dan menegaskan bahwa ia akan tetap bertarung di Riyadh pada Oktober ini, apa pun yang terjadi. Dia tidak takut pada apa pun. Negara kami adalah tanah perdamaian, keamanan, dan peradaban yang kaya," ungkap Alalshikh.
Pertarungan Krusial bagi Canelo
Laga ini menjadi sangat penting bagi perjalanan karier Canelo Alvarez. Setelah menjalani operasi siku di awal tahun, kemenangan atas Mbilli menjadi syarat yang mutlak bagi Canelo untuk menjaga harapannya meraih kembali gelar juara tak terbantahkan sebelum memutuskan untuk pensiun dari dunia tinju.