Rencana pertarungan antara Tyson Fury dan Anthony Joshua terus berjalan dan diharapkan dapat dilaksanakan sebelum tahun ini berakhir. Meskipun belum ada pengumuman resmi mengenai tanggal dan lokasi, duel antara dua mantan juara dunia kelas berat Inggris ini diperkirakan akan menjadi salah satu pertandingan paling dinanti di kalender tinju 2026. Namun, semangat publik sedikit menurun setelah penampilan terakhir kedua petinju yang mendapatkan kritik.
Tyson Fury berhasil meraih kemenangan atas Mariusz Wach, seorang veteran tinju asal Polandia, melalui technical knockout pada ronde ketujuh. Meskipun demikian, performa Fury dinilai belum optimal dan dianggap kurang meyakinkan. Di sisi lain, Anthony Joshua juga menghadapi tantangan saat bertanding melawan Kristian Prenga di Jeddah, Arab Saudi. Joshua sempat terjatuh dua kali pada ronde pertama, namun ia berhasil bangkit dan mengakhiri pertarungan dengan knockout pada ronde kedua.
Analisis Carl Frampton
Menyaksikan performa kedua petinju tersebut, Carl Frampton mengungkapkan keyakinannya bahwa Fury memiliki peluang lebih besar untuk meraih kemenangan jika pertarungan tersebut benar-benar terjadi. "Saya rasa Joshua masih punya kesempatan. Fury juga tidak tampil luar biasa saat melawan Wach. Tetapi jika melihat kondisi sekarang, saya memahami mengapa banyak orang menjadikan Fury sebagai favorit, dan saya juga berada di kubu itu," ungkap Frampton kepada Boxing Now.
Frampton, yang merupakan mantan juara dunia asal Irlandia Utara, memperkirakan bahwa Fury memiliki keunggulan tipis dibandingkan Joshua. "Kalau harus memberi persentase, mungkin sekitar 60 berbanding 40 untuk Fury. Namun saya juga tidak akan terkejut jika AJ mampu mendaratkan satu pukulan bersih dan mengakhiri pertarungan lewat knockout," tambahnya.
Keberanian Anthony Joshua
Frampton juga memberikan pujian terhadap mental bertanding Joshua. Ia menilai bahwa kemampuan Joshua untuk bangkit setelah terjatuh dua kali menunjukkan karakter sejati seorang petarung. "Dia memperlihatkan keberanian yang luar biasa. Ronde pertama benar-benar buruk dan itu menjadi kritik yang sering diarahkan kepadanya karena dia kerap memulai pertarungan dengan lambat. Di kelas berat, itu sangat berisiko. Gerakan kakinya juga terlihat kurang lepas, tetapi saya tidak bisa meragukan semangat juangnya setelah mampu bangkit dan memenangkan pertarungan," jelas Frampton.
Jika tidak ada perubahan, pertarungan antara Tyson Fury dan Anthony Joshua direncanakan akan berlangsung pada bulan November mendatang. Pertandingan ini diperkirakan akan disiarkan secara global melalui platform streaming Netflix dan menjadi salah satu laga tinju dengan jumlah penonton terbanyak tahun ini.