Devin Haney telah menutup kemungkinan untuk bertanding ulang melawan Brian Norman Jr setelah rencana duel wajib melawan Keyshawn Davis tidak terwujud. Juara dunia WBO kelas welter ini menegaskan bahwa perhatian dan fokusnya kini tertuju pada pertarungan yang lebih signifikan, termasuk kemungkinan untuk menyatukan gelar juara.
Haney berhasil meraih sabuk juara dunia WBO kelas welter pada bulan November tahun lalu setelah mengalahkan Brian Norman Jr dengan kemenangan mutlak. Dengan gelar tersebut, Haney menjadi juara dunia di tiga divisi yang berbeda, setelah sebelumnya sukses di kelas ringan dan welter super.
Negosiasi yang Gagal
Setelah menjadi juara bertahan, Haney diperintahkan untuk melakukan pertahanan gelar wajib melawan penantang nomor satu WBO, Keyshawn Davis. Namun, proses negosiasi yang berlangsung selama 30 hari tidak menghasilkan kesepakatan, sehingga hak promosi pertarungan harus ditentukan melalui lelang purse bid. Top Rank berhasil menjadi pemenang dalam lelang tersebut.
Meski demikian, Davis memilih untuk mundur dari pertarungan karena merasa tidak puas dengan jumlah bayaran sekitar 2,13 juta dolar AS yang ditawarkan kepadanya sebagai penantang. Keputusan ini mengakibatkan WBO menjatuhkan sanksi kepada Davis, menurunkannya dari peringkat pertama ke posisi ketujuh dalam daftar penantang kelas welter.
Peluang untuk Brian Norman Jr
Situasi ini memberikan kesempatan bagi Brian Norman Jr yang kini kembali menjadi penantang nomor satu. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa Norman mungkin mendapatkan kesempatan untuk bertanding ulang melawan Haney. Namun, Haney segera membantah rumor tersebut melalui akun media sosial X, menegaskan, "Itu tidak akan terjadi. Saya pastikan sekarang juga."
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa mantan juara dunia tak terbantahkan di kelas ringan ini tidak tertarik untuk mengulangi pertarungan yang sudah dimenangkannya beberapa bulan lalu. Dengan batalnya pertarungan melawan Davis dan hilangnya peluang menghadapi Norman, opsi paling realistis bagi Haney kini adalah mengejar penyatuan gelar juara dunia.
Salah satu nama yang mulai dikaitkan dengan Haney adalah juara dunia IBF kelas welter, Liam Paro. Jika kesepakatan dapat dicapai, Haney berpeluang untuk kembali bertanding di Australia, negara yang pernah menjadi lokasi dua pertarungannya sebelumnya. Selain Paro, pemegang sabuk WBA Regular, Jack Catterall, juga menyatakan kesiapannya untuk menantang Haney. Namun, petinju asal Inggris tersebut saat ini juga berada dalam posisi yang kuat untuk mendapatkan kesempatan memperebutkan gelar utama WBA.
Apabila Devin Haney berhasil mewujudkan pertarungan unifikasi dalam waktu dekat, langkah tersebut akan mendekatkannya pada ambisinya untuk menjadi juara dunia tak terbantahkan di divisi kelas welter.