Manchester - Awal musim yang mengecewakan bagi Manchester United telah memunculkan spekulasi mengenai masa depan Michael Carrick sebagai manajer. Carrick merasa bingung dengan adanya rumor tersebut.
Performa MU di liga domestik sangat buruk, dengan hanya meraih satu kemenangan dari empat pertandingan yang telah berlangsung, yakni saat mengalahkan Ipswich Town dengan skor 5-2. Dalam tiga pertandingan lainnya, tim ini mengalami satu kali imbang dan dua kali kalah.
Kekalahan 2-3 dari Brighton & Hove Albion di babak ketiga Carabao Cup semakin memperburuk situasi, meskipun MU sempat unggul 2-0. Dengan hasil ini, peluang untuk meraih trofi pun sirna. Kemenangan 4-0 atas Sabah FK di Liga Champions menjadi satu-satunya pelipur lara bagi Carrick. Situasi ini membuat masa depan Carrick sebagai manajer semakin dipertanyakan, terutama karena penampilannya tidak sebaik saat menjabat sebagai caretaker.
Risiko Pemecatan Mengintai
Dua manajer sebelumnya, Erick ten Hag dan Ruben Amorim, dipecat setelah serangkaian hasil buruk tanpa kesempatan untuk memperbaiki performa tim. Carrick pun bisa saja menghadapi nasib yang sama jika situasi tidak membaik.
Carrick mengungkapkan keterkejutannya terhadap rumor pemecatan ketika timnya tampil buruk dalam satu atau dua pertandingan. Ia percaya bahwa klub membutuhkan waktu untuk menemukan permainan terbaik dari para pemain yang ada. "Saya kira lebih lama dari hanya sekadar hasil satu atau dua laga," ujarnya mengenai spekulasi masa depannya.
Fokus pada Performa Tim
Lebih lanjut, Carrick menegaskan bahwa ia memahami peran dan tanggung jawabnya di klub tersebut. "Saya tahu klub ini, saya tahu peran saya, saya tahu harus bermain sesuai standar tertentu di sini, bermain di level terbaik, mencapai prestasi di lapangan," tambahnya. Ia juga menyatakan bahwa ia tidak memikirkan berapa lama ia akan bertahan di klub, menyebutkan bahwa berpikir seperti itu adalah hal yang konyol.
“Saya paham bahwa kami harus meraih sesuatu dan apa yang harus kami lakukan sebagai klub agar bisa memenuhi harapan pemilik dan juga suporter. Kurang lebih seperti itulah. Saya paham betul, saya mengerti,” tutup Carrick.