Logo
Basket

Cathy Engelbert Mengkritik Pihak yang Memanfaatkan WNBA untuk Memecah Belah

Komisaris WNBA, Cathy Engelbert, mengungkapkan kritik terhadap pihak-pihak yang menggunakan liga untuk memicu perpecahan terkait isu atlet transgender. Pernyataan ini disampaikan menjelang pertandinga...

A
Arya Satya
22 August 2026 28 pembaca
Cathy Engelbert mengatakan WNBA kini menjadi pusat perdebatan politik yang melibatkan orang-orang yang menurutnya tidak memiliki hubungan dengan liga tersebut. (Foto: AP)
Cathy Engelbert mengatakan WNBA kini menjadi pusat perdebatan politik yang melibatkan orang-orang yang menurutnya tidak memiliki hubungan dengan liga tersebut. (Foto: AP)

Komisaris WNBA, Cathy Engelbert, mengekspresikan ketidakpuasannya terhadap individu atau kelompok yang dianggapnya berusaha memanfaatkan liga untuk menciptakan perpecahan di tengah perdebatan mengenai partisipasi atlet transgender dalam kompetisi bola basket wanita. Engelbert menyampaikan pandangannya pada hari Kamis (20/8) sebelum dimulainya pertandingan antara Indiana Fever dan Dallas Wings di American Airlines Center, Dallas.

Di luar arena, sejumlah demonstran juga hadir, mengikuti aksi serupa yang sebelumnya berlangsung di beberapa lokasi pertandingan WNBA. Aksi tersebut dipicu oleh pernyataan pemain Fever, Sophie Cunningham, yang mendukung larangan bagi atlet transgender perempuan untuk berkompetisi dalam olahraga wanita. Pernyataan Cunningham menjadi bagian dari profil yang diterbitkan oleh ESPN. Menanggapi hal ini, WNBA mengeluarkan pernyataan yang mengecam upaya menjadikan isu kelayakan atlet transgender sebagai fokus utama di liga.

WNBA menilai bahwa perdebatan ini telah digunakan secara tidak etis untuk merendahkan atau meminggirkan pihak tertentu. Dalam pernyataannya di Dallas, Cathy Engelbert memberikan komentar langsung mengenai isu ini sejak liga mengeluarkan pernyataan resmi pekan lalu. "Orang-orang berusaha menggunakan liga ini untuk menabur perpecahan," ungkap Engelbert saat berbincang dengan CEO dan managing partner Dallas Wings, Greg Bibb.

WNBA sebagai Pusat Perdebatan Politik

Engelbert juga menekankan bahwa WNBA kini telah menjadi pusat perdebatan politik yang melibatkan individu-individu yang, menurutnya, tidak memiliki keterkaitan dengan liga. "Kami menjadi bola politik bagi orang-orang yang tidak pernah menonton WNBA, tidak pernah menulis tentang WNBA, atau melaporkan tentang WNBA," jelasnya. Istilah "political football" juga pernah digunakan oleh Komisaris NBA, Adam Silver, saat membahas isu yang berkembang di sekitar WNBA.

Perjanjian kerja sama WNBA menetapkan bahwa hanya pemain yang diakui sebagai perempuan yang memenuhi syarat untuk bermain di liga tersebut. Namun, aturan tersebut tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai identitas gender atau jenis kelamin yang ditetapkan saat lahir. Polemik semakin memanas setelah dua mantan pemain NBA, Enes Kanter Freedom dan Royce White, menyatakan bahwa mereka memenuhi syarat untuk mengikuti draft WNBA karena mengidentifikasi diri sebagai perempuan.

Pernyataan Engelbert Mengenai Kritik dan Perkembangan Liga

Dalam bulan ini, Engelbert telah mengirimkan memo kepada presiden klub dan manajer umum tim WNBA, di mana ia menginformasikan bahwa liga akan membahas masalah atlet transgender perempuan dalam bola basket wanita. Cathy Engelbert menegaskan bahwa WNBA akan menghadapi berbagai kritik seiring dengan meningkatnya perhatian terhadap liga. Ia juga mengecam pihak-pihak yang, menurutnya, menggunakan perdebatan ini untuk tujuan memecah belah. "Akan selalu ada pembenci di luar sana, dan kami mengecamnya," tegas Engelbert, menambahkan bahwa situasi ini adalah konsekuensi dari perkembangan WNBA sebagai produk olahraga, media, dan hiburan yang semakin mapan.

Artikel Terkait