Logo
Olahraga Lain

Chantelle Cameron Raih Kemenangan atas Mikaela Mayer dalam Pertarungan Unifikasi Gelar

Chantelle Cameron berhasil mengalahkan Mikaela Mayer melalui keputusan mutlak dalam pertarungan unifikasi gelar dunia kelas junior middleweight yang berlangsung di Birmingham, Inggris.

A
Anggun Ratnasari
30 August 2026 19 pembaca
Chantelle Cameron (kanan) tampil agresif sejak ronde pertama dan terus menekan Mayer. (Foto: Fight TV)
Chantelle Cameron (kanan) tampil agresif sejak ronde pertama dan terus menekan Mayer. (Foto: Fight TV)

Chantelle Cameron mencatatkan kemenangan atas Mikaela Mayer dengan keputusan mutlak dalam sebuah duel sengit untuk menyatukan gelar dunia kelas junior middleweight di bp pulse LIVE, Birmingham, Inggris, pada Sabtu (29/8). Cameron meraih kemenangan dengan skor 97-93, 97-93, dan 96-94, yang tidak hanya mempertahankan sabuk WBO miliknya, tetapi juga merebut gelar WBC dari Mayer. Selain itu, sabuk The Ring dan WBA yang sebelumnya dimiliki oleh Mayer juga berpindah ke tangan Cameron.

Bagi petinju asal Inggris berusia 35 tahun ini, kemenangan tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesarnya, hanya kalah dari kemenangan atas Katie Taylor pada tahun 2023. Dalam pertarungan tersebut, Cameron berhasil mengalahkan Taylor dengan keputusan mayoritas di Dublin. Sejak ronde pertama, Cameron menunjukkan agresivitas dengan terus menekan Mayer. Meskipun petinju asal Las Vegas itu sempat memberikan perlawanan dengan jab tajam dan gerakan dari jarak jauh, Cameron lebih sering mengenai sasaran dengan pukulan yang kuat dan bersih.

Pertarungan Ketat dan Strategi Masing-Masing

Pertarungan berlangsung dengan ketat dan saling bergantian. Mayer lebih efektif saat menggunakan jab dan bertarung dari jarak jauh, sementara Cameron berusaha mendorong lawannya untuk terlibat dalam pertarungan jarak dekat. Pada ronde kelima dan keenam, kedua petinju terlibat dalam pertukaran pukulan yang intens. Mayer sempat menunjukkan performa baik dengan tangan kirinya, tetapi Cameron kembali unggul dalam beberapa pertukaran di jarak dekat.

Memasuki ronde kedelapan, Cameron melancarkan pukulan terbesar dalam pertarungan, sebuah hook kanan keras yang mengguncang Mayer, menjadi salah satu momen penting yang kemungkinan memengaruhi penilaian juri. Namun, kedua petinju mulai melambat pada dua ronde terakhir setelah menguras tenaga dalam pertarungan yang sangat intens. Cameron mengalami luka di atas mata kiri akibat benturan kepala pada ronde kesembilan, tetapi tetap melanjutkan pertarungan.

Reaksi Pasca Pertarungan

Mayer menunjukkan agresivitas di 30 detik terakhir ronde ke-10 dan berhasil mendaratkan dua pukulan kanan yang membuat Cameron kehilangan keseimbangan, tetapi itu tidak cukup untuk mengubah hasil akhir. Setelah pertarungan, Mikaela Mayer, yang merupakan juara dunia di tiga kelas, tidak menerima keputusan tersebut dan merasa lebih unggul dalam aspek tinju. Ia membuka peluang untuk pertarungan ulang dengan pernyataan, “Saya mengalahkan Chantelle. Jika ingin melakukannya lagi, pertarungan itu tidak akan berlangsung di Inggris.”

Cameron juga menyatakan kesiapannya untuk menjalani rematch, tetapi menginginkan perubahan format menjadi tiga menit per ronde. Ia menambahkan sindiran kepada Mayer setelah kemenangan tersebut. Dengan hasil ini, rekor Cameron kini menjadi 23-1 dengan delapan kemenangan KO, sementara Mikaela Mayer memiliki rekor 22-3 dengan lima kemenangan KO, kembali mengalami kekalahan di Inggris setelah sebelumnya juga kalah dari Alycia Baumgardner dan Natasha Jonas. Kemenangan ini semakin mengukuhkan Chantelle Cameron sebagai salah satu petinju wanita terbaik dunia dan membuka peluang untuk pertarungan besar berikutnya setelah berhasil menyatukan gelar kelas 154 pound.

Artikel Terkait