Chantelle Cameron menginginkan pertarungannya melawan Mikaela Mayer tidak hanya untuk menentukan juara kelas junior middleweight, tetapi juga untuk menciptakan momen yang dapat dinobatkan sebagai "Female Fight of the Year". Harapan tersebut diungkapkan Cameron saat bertemu dengan Mayer menjelang pertarungan unifikasi kelas 154 pound yang akan berlangsung di bp pulse LIVE, Birmingham, Inggris, pada Sabtu malam, 29 Agustus.
Persiapan Pertarungan
Pertarungan yang terdiri dari 10 ronde dengan durasi dua menit per ronde ini juga akan memperebutkan sabuk The Ring yang saat ini kosong. “Ayo kita buat Female Fight of the Year,” ungkap Cameron kepada Mayer saat keduanya melakukan face-off. Dalam pertarungan ini, Cameron akan mempertaruhkan sabuk WBO miliknya dan berusaha merebut gelar WBC dan WBA yang saat ini dipegang oleh Mayer. Pertarungan ini akan disiarkan oleh Sky Sports di Inggris dan ESPN+ di Amerika Serikat.
Walaupun bertanding di depan pendukungnya, Cameron justru dianggap sebagai petinju yang tidak diunggulkan. Petinju berusia 35 tahun asal Northampton ini memiliki pengalaman dalam menghadapi prediksi yang merugikannya. Pada Mei 2023, ia berhasil mengejutkan banyak orang dengan mengalahkan Katie Taylor di Dublin melalui keputusan mayoritas, sehingga meraih sabuk The Ring, IBF, WBA, WBC, dan WBO di kelas junior welterweight.
Tantangan Baru Melawan Mayer
Kini, Cameron menghadapi tantangan yang berbeda saat berhadapan dengan Mayer, petinju asal Las Vegas yang merupakan juara dunia di tiga kelas dengan rekor 22-2 dan lima kemenangan KO. Sementara itu, Cameron memiliki catatan 22-1 dengan delapan KO. Cameron mengakui bahwa ia mengagumi Mayer dan telah lama menginginkan pertarungan ini untuk menguji kemampuannya melawan salah satu petinju terbaik. Ia percaya bahwa gaya bertarung mereka akan menghasilkan pertarungan yang menarik. “Saya pikir Mikaela sangat bagus dan itu alasan saya selalu menginginkan pertarungan ini. Saya penggemarnya dan menikmati pertarungannya,” jelas Cameron.
Pertarungan ini juga berpotensi memengaruhi peringkat dalam daftar pound-for-pound The Ring. Saat ini, Mayer berada di peringkat ketiga, sedangkan Cameron di posisi kelima. Katie Taylor masih menduduki peringkat pertama, tetapi rencananya untuk pensiun setelah bertanding melawan Flora Pili pada 5 September dapat memberikan peluang bagi pemenang duel ini untuk naik peringkat. Cameron telah lama berada dalam daftar pound-for-pound, meskipun sering kali berada di bawah bayang-bayang Taylor, Claressa Shields, dan Mayer.
Meski demikian, Cameron mengaku tidak terlalu memikirkan kurangnya perhatian yang diterimanya. “Saya tidak terlalu peduli. Yang harus saya lakukan adalah datang dan tampil. Semua yang lain hanyalah kebisingan,” tuturnya. Dengan dua gelar juara dunia yang dipertaruhkan serta posisi pound-for-pound yang menjadi taruhan, Cameron berharap pertarungannya dengan Mayer dapat membuktikan bahwa keduanya layak disebut sebagai yang terbaik di kelasnya.