Pasangan ganda putra Choong Hon Jian dan Wong Vin Sean menjadi satu-satunya wakil Malaysia yang melaju ke final dalam ajang Malaysia International Challenge. Mereka berhasil menembus babak final setelah menghadapi semifinal yang menegangkan pada hari Sabtu di Ipoh, di mana mereka bertanding melawan sesama pemain Malaysia, Goh Boon Zhe dan M Fazriq Mohamad Razif.
Unggulan kelima ini menghadapi perlawanan sengit sebelum akhirnya meraih kemenangan dengan skor 21-11, 20-22, 21-19. Setelah berhasil menguasai gim pertama, mereka harus bertarung hingga gim penentu setelah gagal menyelesaikan gim kedua. Pada gim ketiga, mereka kembali menunjukkan ketenangan dan berhasil mengalahkan Boon Zhe dan Fazriq di akhir pertandingan, sehingga menjaga harapan Malaysia untuk meraih gelar di kandang sendiri.
Pentingnya Fokus di Final
Choong Hon Jian mengungkapkan bahwa ketidaksabaran sempat mengganggu permainan mereka, dan menekankan pentingnya untuk bermain lebih fokus di final yang akan datang. "Saya rasa kami tidak sabar dan terburu-buru di pertandingan kedua. Itu sesuatu yang perlu kami perbaiki," ujarnya. Dia juga menambahkan bahwa memenangkan gelar di kandang sendiri akan sangat berarti, namun mereka harus tetap rendah hati. "Saya berharap kita bisa menjadi juara, karena Malaysia menjadi tuan rumah turnamen ini, tetapi kita tidak boleh terlalu terbawa suasana. Kita hanya perlu fokus pada peningkatan permainan kita," tambahnya.
Menanti Tantangan dari Jepang
Di final, Choong Hon Jian dan Wong Vin Sean akan berhadapan dengan pasangan unggulan ketujuh dari Jepang, Naoya Kawashima dan Kota Ogawa. Kawashima dan Ogawa berhasil menggagalkan harapan final yang mempertemukan dua tim Malaysia setelah mengalahkan Boon Xin Yuan dan Lwi Sheng Hao dengan skor 21-18, 21-16 di semifinal lainnya.
Perjalanan Malaysia di nomor ganda campuran juga terhenti di babak semifinal. Lau Yi Sheng dan Yap Rui Chen berhasil memenangkan pertandingan pembuka melawan Kota Ogawa dan Misaki Kurashima dari Jepang, namun akhirnya kalah dengan skor 12-21, 21-14, 21-14. Yi Sheng dan Rui Chen berupaya untuk mencapai final pertama mereka sejak meraih gelar di Nepal International Challenge 2024. Sementara itu, Lim Ming Hong dan Stella Pan terpaksa mundur dari pertandingan semifinal melawan Thanadol Yunmongkol dan Nattamon Laisuan dari Thailand saat tertinggal 21-10, 11-7.