Kekalahan yang menyakitkan dari Ryan Garcia dalam perebutan sabuk juara kelas welter WBC bulan lalu memunculkan berbagai pendapat negatif mengenai Conor Benn. Sebelum pertarungan tersebut, banyak yang beranggapan bahwa Benn belum layak mendapatkan kesempatan untuk merebut gelar juara dunia, mengingat rekam jejaknya yang lebih banyak melawan petinju di luar masa kejayaannya.
Selain itu, petinju yang dikenal dengan julukan The Destroyer ini tidak berkompetisi di batas berat kelas welter sejak tahun 2022. Pada saat itu, ia terlibat dalam kasus penggunaan obat terlarang jenis klomifen yang mengakibatkan batalnya pertarungan melawan rival beratnya, Chris Eubank Jr. Benn kemudian menyelesaikan rivalitasnya dengan Eubank Jr melalui dua pertarungan yang menegangkan. Setelah kalah di pertemuan pertama, Benn berhasil membalas dengan kemenangan mutlak di laga ulang, di mana ia menjatuhkan Eubank Jr dua kali pada ronde terakhir. Pertarungan tersebut berlangsung di divisi kelas menengah dengan batas berat 160 pon.
Ketika Benn memutuskan untuk kembali ke kelas welter untuk melawan Garcia, posisinya semakin tidak diunggulkan. Kemenangan TKO cepat yang diraih oleh Garcia semakin memperjelas tantangan yang dihadapi oleh petinju berusia 30 tahun ini.
Pandangan Berbeda dari Tim Bradley
Meski begitu, Tim Bradley, seorang pengamat tinju dan anggota Hall of Fame, memberikan perspektif yang berbeda melalui saluran YouTube miliknya. Bradley menyarankan agar Benn mengambil waktu sejenak untuk mengevaluasi kariernya sebelum melanjutkan ambisi untuk menjadi juara dunia di kelas yang lebih sesuai dengan fisiknya.
Rekomendasi Kelas Menengah
Menurut Bradley, Conor Benn sebaiknya memfokuskan kariernya pada kelas menengah, yang dianggap lebih alami dan nyaman bagi tubuhnya. Ia yakin bahwa Benn masih memiliki potensi dan motivasi yang besar untuk bersaing di tingkat tertinggi, serta menegaskan bahwa dunia tinju sangat membutuhkan petinju yang berambisi seperti Benn.