Jakarta - Cristiano Ronaldo, yang kini berusia 41 tahun, mengeluarkan pernyataan kontroversial di media sosial yang menyebutkan, "Aku terbaik dalam sejarah." Pernyataan ini muncul di tengah situasi rumit yang dihadapinya dengan tim nasional Portugal, terutama dengan pelatih Jorge Jesus, saat jeda internasional baru-baru ini. Pemain yang kini membela Al Nassr tersebut merasa dikhianati karena tidak diberi kesempatan bermain selama 30 menit sesuai janji yang diberikan kepadanya.
Akibat ketidakpuasan tersebut, Ronaldo memilih untuk meninggalkan pemusatan latihan timnas Portugal. Tindakan ini memicu reaksi beragam di kalangan penggemar Selecao das Quinas. Setelah insiden tersebut, Ronaldo merilis sebuah klarifikasi yang terdiri dari 1.740 kata. Dalam klarifikasinya, ia meminta maaf, menyatakan kesiapannya untuk menerima hukuman, dan menegaskan komitmennya terhadap tim nasional.
Pernyataan di Media Sosial
Tak lama setelah keributan tersebut, banyak pembicaraan di media sosial mengenai pernyataan Ronaldo yang merasa bahwa performanya tidak mendapatkan pengakuan yang layak. Wawancara yang dilakukan pada Februari 2025 lalu diangkat kembali oleh CNN Portugal, di mana Ronaldo mengungkapkan, "Orang-orang tidak menghargai performaku, gol-golku."
Ambisi Mencetak Gol
Dalam wawancara tersebut, Ronaldo juga menyampaikan ambisinya untuk mencapai 1.000 gol dalam kariernya. Ia merasa bahwa publik lebih fokus pada angka tersebut daripada melihat performa dan pencapaiannya secara keseluruhan. Saat ini, Ronaldo telah mencetak 980 gol dalam 1.337 pertandingan untuk klub dan tim nasional.
Ronaldo menegaskan, "Segala sesuatunya harus terjadi secara natural. Entah aku mencetak 920 gol, 925, 930... yang terbaik dalam sejarah adalah aku, titik." Ia menambahkan, "Angka-angkanya mengungkap begitu. Kalau aku mencapai titik itu (1.000) gol, itu menakjubkan. Memang sebuah target, tapi aku tak memikirkan jangka panjang."