Logo
Olahraga Lain

Devin Haney Resmi Jalin Kerja Sama Eksklusif dengan DAZN untuk Pertarungan Mendatang

Devin Haney telah menandatangani kontrak eksklusif dengan DAZN untuk sejumlah pertarungan, yang diharapkan dapat meningkatkan peluangnya melawan lawan-lawan besar di ring tinju.

A
Arka Wisena
25 October 2026 12 pembaca
Devin Haney menilai kemitraan dengan DAZN akan menghilangkan ketidakpastian mengenai peluangnya mewujudkan pertarungan besar. (Foto: Fight TV)
Devin Haney menilai kemitraan dengan DAZN akan menghilangkan ketidakpastian mengenai peluangnya mewujudkan pertarungan besar. (Foto: Fight TV)

Devin Haney telah resmi menandatangani kontrak eksklusif dengan DAZN untuk beberapa pertarungan melalui promosi yang dikelolanya, Devin Haney Promotions. Kesepakatan ini diharapkan dapat membuka kesempatan bagi juara kelas welter versi WBO tersebut untuk menghadapi lawan-lawan tangguh serta meningkatkan frekuensi pertandingannya.

Haney, yang sebelumnya pernah meraih gelar dunia di dua kelas yang berbeda, menyambut baik kesepakatan ini. Petinju berusia 27 tahun ini menilai bahwa kemitraan dengan DAZN akan menghilangkan ketidakpastian terkait peluangnya untuk melakukan pertarungan besar. “Saya berada pada tahap karier ketika menginginkan tantangan terbesar dan pertarungan yang ingin disaksikan penggemar. Saya senang bermitra dengan DAZN. Kesepakatan ini menghilangkan keraguan mengenai kemampuan saya untuk mewujudkan pertarungan besar di tinju,” ungkap Devin Haney dalam pernyataannya.

Rekor dan Pertarungan Terakhir

Haney saat ini memiliki rekor profesional yang mengesankan dengan 33 kemenangan tanpa kekalahan, di mana 15 di antaranya diraih melalui knockout. The Ring menempatkannya di posisi kedelapan dalam daftar petinju pound-for-pound, sementara di kelas welter, ia menduduki peringkat teratas. Pertandingan terakhir Haney berlangsung pada November tahun lalu, di mana ia berhasil mengalahkan Brian Norman melalui keputusan mutlak untuk merebut gelar WBO kelas welter 147 pon.

Setelah kemenangan tersebut, Haney berusaha untuk mengatur pertarungan melawan Shakur Stevenson. Namun, kedua pihak tidak mencapai kesepakatan. Stevenson, yang merupakan juara kelas welter super versi WBO dan The Ring, menginginkan adanya klausul rehidrasi yang membatasi kenaikan berat badan Haney hingga 10 pon setelah penimbangan resmi. Haney menolak persyaratan tersebut, sehingga rencana pertarungan batal.

Fokus ke Liam Paro

Sebagai alternatif, Haney kini mengalihkan perhatian kepada juara IBF, Liam Paro dari Australia. Berdasarkan laporan Mike Coppinger dari The Ring pada Kamis (22/10), kedua petinju telah mencapai kesepakatan untuk menggelar pertarungan unifikasi gelar yang direncanakan berlangsung sebelum akhir tahun ini. Meskipun lokasi pertandingan belum ditentukan, duel ini diharapkan akan disiarkan oleh DAZN.

Paro sebelumnya berhasil meraih gelar juara dunia di kelas kedua setelah mengalahkan Lewis Crocker melalui keputusan angka pada 24 Juni. Pertarungan melawan Devin Haney akan memberikan kesempatan bagi Paro untuk menambah prestasi sekaligus mempertemukan dua juara dunia dalam satu ring.

Britton Hardin, kepala divisi tinju Amerika Utara DAZN, menyambut baik kedatangan Haney dan menilai bahwa petinju asal Amerika Serikat tersebut telah membuktikan kemampuannya untuk tampil di panggung terbesar. Menurut Hardin, Haney merupakan juara elite dan salah satu figur penting dalam perkembangan tinju. Ia berharap kemitraan ini dapat menghasilkan pertarungan besar yang diinginkan oleh penggemar dan membawa fase selanjutnya dalam karier Haney kepada penonton global DAZN.

Artikel Terkait