Logo
Basket

Diana Taurasi Berambisi Menjadi Pemilik Phoenix Mercury

Diana Taurasi, legenda Phoenix Mercury, mengungkapkan keinginannya untuk bergabung dalam kepemilikan klub WNBA tersebut dalam waktu dekat. Hal ini diungkapkan menjelang pensiunnya nomor punggungnya.

D
Dhearatika Jaya
16 August 2026 28 pembaca
Diana Taurasi ingin terlibat langsung dan memberikan pengaruh terhadap arah perkembangan Mercury. (Foto: AP)
Diana Taurasi ingin terlibat langsung dan memberikan pengaruh terhadap arah perkembangan Mercury. (Foto: AP)

Legenda WNBA, Diana Taurasi, yang dikenal sebagai bintang Phoenix Mercury, menyatakan niatnya untuk melanjutkan karier di liga basket profesional dengan menjadi bagian dari kepemilikan klub. Dua hari sebelum nomor punggungnya dipensiunkan, Taurasi mengungkapkan harapannya untuk terlibat dalam kepemilikan klub dalam satu atau dua tahun ke depan.

"Kepemilikan selalu menjadi sesuatu yang ada dalam pikiran saya. Saya berada di tempat yang bagus sehingga mudah-mudahan hal itu bisa berkembang," ungkap Taurasi pada Jumat (14/8).

Keinginan untuk Terlibat Langsung

Taurasi menegaskan bahwa ia tidak hanya ingin memiliki saham, tetapi juga ingin berkontribusi secara langsung dan memengaruhi arah perkembangan tim Mercury. Ia menyebut Phoenix sebagai pilihan utama jika kesempatan tersebut terwujud, yang menjadi bagian dari fase baru dalam hidupnya setelah pensiun dari dunia basket.

Pada hari Minggu (16/8), nomor punggungnya yang bernomor 3 akan dipensiunkan oleh Mercury, dan namanya akan diabadikan dalam Ring of Honor klub saat jeda pertandingan melawan Portland Fire. Selain itu, Kota Phoenix juga memberikan penghormatan dengan mengganti nama sebuah jalan di dekat Mortgage Matchup Center menjadi "10646 Taurasi Way", merujuk pada total 10.646 poin yang menjadikannya pencetak angka terbanyak dalam sejarah WNBA. Sebuah lapangan basket luar ruangan juga dinamai Diana Taurasi Court.

Pencapaian Gemilang di Dunia Basket

Diana Taurasi telah menghabiskan seluruh 20 musim kariernya di WNBA bersama Phoenix Mercury. Selama kariernya, ia berhasil meraih tiga gelar WNBA, dua penghargaan Finals MVP, satu MVP musim reguler, 11 penampilan All-Star, serta 10 kali masuk dalam tim All-WNBA First Team. Di tingkat internasional, ia juga meraih enam medali emas Olimpiade bersama tim nasional Amerika Serikat.

Kariernya di Eropa juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaiannya, di mana ia memenangkan enam gelar EuroLeague, tujuh gelar liga Rusia, dan berbagai penghargaan lainnya. "Saya bermain di Eropa selama 12 tahun, setiap hari dari September hingga Mei. Itu musim yang panjang. Saya menganggap periode tersebut sama seriusnya dengan karier saya di WNBA," jelasnya.

Taurasi mengaku baru dapat membahas warisan kariernya setelah pensiun. Menurutnya, warisan bukan hanya tentang kata-kata, tetapi lebih kepada tindakan yang menginspirasi orang lain. Ia merasa keputusan untuk pensiun setelah musim 2024 adalah langkah yang tepat. Setelah berhenti bermain, Taurasi merasakan tekanan dan kecemasan yang selama ini menyertainya mulai memudar.

"Saat saya mengatakan selesai, saya merasa beban besar terangkat dari pundak. Sejujurnya, itulah satu-satunya cara saya tahu bagaimana menjalani basket," tambahnya.

Setelah hampir dua musim menjauh dari WNBA, ia kini melihat kompetisi dengan cara yang berbeda. Ia bisa menikmati pertandingan tanpa tekanan kompetitif yang sebelumnya membuatnya terlalu keras menilai setiap kesalahan. Taurasi juga menilai bahwa kondisi WNBA saat ini sangat baik, dengan arena yang penuh, perhatian publik yang meningkat, dan permainan yang semakin terbuka, menunjukkan bahwa liga sedang bergerak ke arah yang positif.

Artikel Terkait