Logo
Basket

DiJonai Carrington Menanggapi Kontroversi Setelah Dikeluarkan Wasit dalam Pertandingan Melawan Fever

DiJonai Carrington memberikan klarifikasi setelah unggahannya di media sosial yang menuai kritik usai diusir wasit dalam pertandingan Chicago Sky melawan Indiana Fever.

A
Arya Satya
12 August 2026 27 pembaca
DiJonai Carrington menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyatakan penilaian flagrant foul 2 tersebut merupakan akibat dari “white privilege”. (Foto: AP)
DiJonai Carrington menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyatakan penilaian flagrant foul 2 tersebut merupakan akibat dari “white privilege”. (Foto: AP)

DiJonai Carrington memberikan penjelasan mengenai unggahan yang dianggap kontroversial setelah dirinya diusir dari pertandingan antara Chicago Sky dan Indiana Fever. Klarifikasi ini muncul setelah unggahannya di media sosial memicu berbagai kritik.

Pemain berusia 28 tahun tersebut mendapatkan flagrant foul 2 dan dikeluarkan dari pertandingan pada hari Sabtu (8/8) setelah melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Fever, Sophie Cunningham. Insiden tersebut terjadi ketika Cunningham melakukan layup dalam situasi fast break, di mana Carrington datang dari belakang dan mengenai bagian kepala serta leher Cunningham. Meskipun terjatuh, Cunningham berhasil memasukkan bola ke dalam ring. Wasit kemudian meninjau tayangan ulang dan memutuskan untuk meningkatkan hukuman menjadi flagrant foul 2.

Menurut penjelasan dari wasit, keputusan itu diambil berdasarkan adanya gerakan mengayun, benturan, dan gerakan lanjutan yang terjadi dalam pelanggaran yang dilakukan Carrington. Perlu dicatat bahwa Carrington adalah pemain berkulit hitam, sedangkan Cunningham berkulit putih.

Klarifikasi Unggahan di Media Sosial

Setelah dikeluarkan dari pertandingan, Carrington mengunggah tulisan "White Privilege" dengan huruf kapital di media sosial dan menandai akun Fever. Unggahan tersebut kemudian mendapatkan kritik, termasuk dari mantan linebacker NFL, Emmanuel Acho. Menanggapi kritik tersebut, Carrington menjelaskan melalui platform X bahwa ia tidak pernah menyatakan bahwa penilaian flagrant foul 2 yang diterimanya berkaitan dengan isu "white privilege".

Dalam responsnya, Carrington mengajak orang untuk menggunakan kemampuan berpikir kritis. Ia menegaskan bahwa ia memahami isu "white privilege" dan tidak sembarangan menggunakan istilah tersebut. Carrington juga menambahkan bahwa latar belakang pendidikannya memberinya pemahaman yang lebih baik mengenai isu ini, di mana ia menghabiskan empat tahun di Stanford sebelum menyelesaikan musim terakhirnya di Baylor.

Menunggu Keputusan Liga

DiJonai Carrington menegaskan bahwa ia tidak akan menggunakan istilah "white privilege" sebagai alat retoris tanpa bukti yang cukup, mengingat istilah tersebut memiliki makna historis dan sosial yang signifikan. Saat ini, WNBA belum memberikan pengumuman mengenai kemungkinan hukuman tambahan yang mungkin diterima Carrington atas pelanggaran tersebut. Setelah pertandingan melawan Fever, tim Sky akan melanjutkan perjalanan mereka untuk menghadapi Seattle Storm pada hari Senin malam, dan Carrington serta Chicago kini menunggu informasi lebih lanjut terkait sanksi dari liga atas insiden ini.

Artikel Terkait