Rencana pertarungan yang sangat dinanti antara dua petinju terkemuka, Shakur Stevenson dan Devin Haney, tidak akan terwujud. Stevenson mengungkapkan kekecewaannya dan menyalahkan tim Haney atas terhentinya proses negosiasi yang seharusnya mengarah pada pertarungan tersebut.
Sebelumnya, banyak spekulasi yang beredar mengenai kesulitan dalam negosiasi, yang diduga disebabkan oleh masalah nilai kontrak. Namun, Stevenson menjelaskan bahwa penyebab utama batalnya pertarungan adalah ketidaksepakatan mendadak terkait batas bobot catchweight.
Perubahan Persetujuan di Detik Terakhir
Awalnya, Stevenson mengusulkan agar pertarungan dilaksanakan di batas 144 pon dengan adanya klausul rehidrasi. Dalam perundingan, petinju kidal ini setuju untuk menghapus klausul rehidrasi dan menerima batas bobot 145 pon, yang lebih tinggi dari kelas 140 pon yang ia tempati setelah kemenangan atas Teofimo Lopez pada bulan Januari lalu.
Namun, kesepakatan yang hampir tercapai tersebut berubah mendadak di saat-saat terakhir akibat tuntutan baru dari pihak Devin Haney. "Di saat-saat terakhir, setelah menyetujui batas 144 dan kemudian 145 pon, pengacara Haney mengirim surel dan menyatakan ia hanya mau bertarung di 147 pon. Benar-benar membuang-buang waktu semua orang," ungkap Stevenson melalui akun media sosialnya.
Implikasi Batalnya Pertarungan
Dengan batalnya kesepakatan ini, Shakur Stevenson berpotensi menghadapi kesulitan dalam mencari jadwal bertanding di sisa tahun ini setelah menandatangani kontrak promosi jangka panjang dengan Zuffa Boxing yang dimiliki oleh Dana White. Di sisi lain, Devin Haney, yang saat ini memegang sabuk kelas welter WBO, belum kembali bertanding sejak mengalahkan Brian Norman Jr pada bulan November yang lalu.