Logo
Basket

Dukungan Aliyah Boston dan Kelsey Mitchell untuk Pelatih Stephanie White di Tengah Cemoohan

Aliyah Boston dan Kelsey Mitchell, pemain dari Indiana Fever, memberikan dukungan kepada pelatih Stephanie White setelah ia dicemooh oleh suporter sebelum pertandingan melawan New York Liberty.

E
Elvira Adhitama
15 August 2026 23 pembaca
Boston dan Mitchell menilai Stephanie White telah menjalankan tugasnya dengan baik sebagai pelatih Fever. (Foto: AP)
Boston dan Mitchell menilai Stephanie White telah menjalankan tugasnya dengan baik sebagai pelatih Fever. (Foto: AP)

Pemain bintang Indiana Fever, Aliyah Boston dan Kelsey Mitchell, menunjukkan solidaritas kepada pelatih Stephanie White setelah ia mendapatkan cemoohan dari suporter saat diperkenalkan sebelum pertandingan kandang melawan New York Liberty pada hari Selasa lalu. Keduanya merasa kecewa dengan reaksi negatif dari penonton terhadap White, yang mereka anggap telah menjalankan tugasnya dengan baik dan layak mendapatkan dukungan penuh dari tim.

“Saya pikir Steph melakukan pekerjaan yang luar biasa bersama kami. Kami menyayangi dan menghargainya. Jadi, mendengar cemoohan itu benar-benar mengganggu dan sejujurnya tidak menghormati,” ungkap Boston sebelum sesi latihan pada hari Kamis.

Kemenangan Tim di Tengah Kontroversi

Meski menghadapi tekanan dari suporter, tim Fever berhasil meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 106-92 atas Liberty, yang merupakan juara Commissioner's Cup. Kemenangan ini menjadi respons tim terhadap kontroversi yang melibatkan Stephanie White dalam beberapa hari terakhir.

White sebelumnya menyampaikan penjelasan selama sekitar dua setengah menit untuk membela diri setelah mendapatkan kritik karena dianggap kurang mendukung guard Sophie Cunningham. Cunningham mengalami cedera di area kepala dan leher saat pertandingan melawan Chicago Sky akhir pekan lalu. Wasit kemudian meningkatkan hukuman terhadap guard Sky, DiJonai Carrington, dari Flagrant 1 menjadi Flagrant 2, yang mengakibatkan Carrington dikeluarkan dari pertandingan.

Setelah pertandingan, Cunningham dan Caitlin Clark, yang merupakan tiga kali All-Star, juga memberikan dukungan kepada White. Cunningham menyatakan bahwa ia tidak mempermasalahkan komentar White mengenai keputusan wasit, tetapi menegaskan bahwa ia tidak menganggap Carrington sengaja melakukan pelanggaran terhadapnya. Sebelumnya, Carrington sempat menulis “WHITE PRIVILEGE” di media sosial dan menandai akun Fever setelah dikeluarkan, yang kemudian dijelaskan bahwa unggahan tersebut bukanlah klaim mengenai pelanggaran yang terjadi akibat isu privilege.

Pentingnya Dukungan Tim

Mitchell mengungkapkan bahwa ia berbicara langsung dengan White sebelum pertandingan untuk memberikan dukungan. Ia merasa tersentuh melihat pelatihnya merasa tidak dihargai dan tidak diinginkan di tempat kerjanya. “Ini adalah pekerjaannya dan dia juga harus datang menjalankan tugasnya. Saya rasa orang-orang tidak selalu menyadari itu, tetapi tugas kami adalah mengingatkannya,” kata Mitchell.

Cemoohan yang diterima White juga mengejutkan mengingat statusnya sebagai sosok ikonik di Indiana. Ia pernah menjadi pencetak angka terbanyak dalam sejarah basket putri sekolah menengah di negara bagian tersebut, membantu Purdue meraih juara NCAA pada tahun 1999, menjadi pemain Fever pada tahun 2000, dan bagian dari staf kepelatihan saat Indiana meraih gelar WNBA pada tahun 2012. Clark menyatakan ketidaksukaannya terhadap cemoohan tersebut, namun memahami bahwa suporter memiliki hak untuk tidak setuju. Ia menegaskan bahwa ruang ganti Fever tidak akan terpecah. “Pada akhirnya, dia adalah pelatih kepala kami dan kami akan selalu mendukungnya,” tegas Clark.

Artikel Terkait