Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menunjukkan apresiasinya kepada para ketua umum cabang olahraga yang hadir secara langsung di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kehadiran mereka bertujuan untuk mendampingi dan memberikan dukungan kepada atlet yang tengah berjuang untuk mengangkat nama bangsa.
Menurut Erick, kehadiran ketua umum cabang olahraga di arena pertandingan merupakan wujud nyata dari kepedulian dan perhatian terhadap para atlet. Dengan hadir di lokasi, para pemimpin federasi dapat menyaksikan langsung perjuangan atlet serta memahami situasi dan kebutuhan yang mereka hadapi selama kompetisi berlangsung.
Peran Penting Kehadiran Ketum Cabor
“Saya mengapresiasi para ketua umum cabang olahraga yang hadir langsung di Asian Games untuk mendampingi atletnya berjuang. Ini penting. Ketika ketua umumnya hadir, dia bukan hanya sekedar menonton pertandingan, melainkan bisa melihat langsung perjuangan atlet, memberikan semangat, fokus memperhatikan pertandingan, dan memahami apa yang dibutuhkan atlet,” ungkap Menpora Erick.
Menpora menilai bahwa kehadiran ketua umum cabang olahraga secara langsung memberikan energi positif bagi para atlet. Atlet akan merasakan bahwa perjuangan mereka mendapatkan perhatian dan dukungan dari seluruh ekosistem olahraga nasional. “Atlet itu bukan hanya membutuhkan program latihan. Mereka juga membutuhkan rasa bahwa perjuangannya diperhatikan, dikawal, dan dihargai. Ketika para ketua umum cabor hadir langsung di venue, itu menunjukkan bahwa atlet tidak berjuang sendirian,” tegasnya.
Prestasi Cabang Olahraga di Asian Games
Menpora juga mencatat hal positif dari kehadiran ketua umum cabor, yang terbukti dari pencapaian dua cabang olahraga yang berhasil memenuhi target medali emas untuk Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, yaitu bulu tangkis dan angkat besi. Di cabang bulu tangkis, Ketua Umum PP PBSI, Muhammad Fadil Imran, hadir untuk memberikan motivasi dan mendampingi perjuangan para atlet. Bulu tangkis menjadi cabang pertama yang menyumbangkan medali emas bagi Indonesia setelah tim beregu putra mengalahkan China dengan skor 3-2.
Di cabang angkat besi, Ketua Umum PB PABSI, Rosan Perkasa Roeslani, juga hadir mendampingi atletnya. Hasilnya, Rahmat Erwin Abdullah berhasil meraih medali emas di kelas 75 kg putra pada Sabtu (26/9) dan mencatatkan rekor dunia. “Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Pak Fadil dan Pak Rosan yang sudah hadir langsung mendampingi dan memberikan perhatian kepada atletnya. Kita bisa melihat, dua cabang olahraga yang ketua umumnya hadir langsung di sini berhasil mencapai target dan mendapatkan medali emas,” kata Menpora Erick.
“Ini tentu menjadi sesuatu yang positif. Saya senang dua cabang ini berhasil mewujudkan target emas, Indonesia juga bangga. Tetapi sekali lagi, emas ini adalah hasil perjuangan atlet, pelatih, tim pendukung, dan kerja bersama seluruh pihak. Kehadiran ketua umum menjadi bagian dari dukungan dan pengawalan yang menurut saya sangat penting,” tambahnya.
Erick berharap agar semakin banyak pimpinan cabang olahraga yang dapat hadir langsung ketika atlet Indonesia bertanding di ajang internasional. Ia menekankan bahwa kedekatan antara pimpinan federasi olahraga, pelatih, dan atlet akan memperkuat komunikasi serta membantu memastikan kebutuhan atlet mendapatkan perhatian secara langsung. “Kita ingin semua pihak hadir dan mengambil tanggung jawabnya. Pemerintah mendukung, federasi mengawal, pelatih mempersiapkan, dan atlet berjuang. Kalau semua bergerak bersama, kita punya kekuatan yang lebih besar,” ujarnya.
Menpora juga mengajak semua pihak untuk terus menjaga semangat kebersamaan hingga perjuangan kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berakhir. “Terima kasih kepada para ketua umum dan pimpinan cabang olahraga yang hadir langsung mendampingi atlet. Terus berikan dukungan, terus kawal perjuangan mereka. Karena ketika atlet kita berjuang di arena, yang mereka bawa bukan hanya nama cabang olahraganya. Mereka membawa nama Indonesia. Maka kita semua harus hadir untuk mereka,” pungkas Menpora Erick.