Anthony Joshua dan Tyson Fury semakin mendekati pertarungan yang telah lama dinanti, yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Desember di Principality Stadium, Cardiff. Namun, proses menuju pertarungan ini tidak berjalan tanpa hambatan. Setelah adanya perbedaan terkait lokasi dan jadwal, kini muncul isu baru mengenai klausul tes doping dalam kontrak kedua petinju.
Promotor Joshua, Eddie Hearn, mengungkapkan bahwa kontrak yang ditandatangani oleh Joshua lebih dari tiga bulan lalu mewajibkan kedua petinju untuk segera mengikuti program tes doping sejak kontrak tersebut disepakati. Hearn menyatakan bahwa Joshua telah mematuhi program pengujian tersebut, sementara Fury belum menjalani tes sesuai ketentuan yang tercantum dalam kontrak Joshua. “Protokol tes dopingnya sama seperti yang selama ini tercantum. Hanya saja, ketentuannya tidak sepenuhnya dijalankan,” jelas Hearn kepada Boxing News.
Perbedaan dalam Kontrak
Hearn melanjutkan bahwa masalah ini tidak sepenuhnya dapat dipersalahkan kepada Fury. Ia menjelaskan bahwa kontrak antara Joshua dan Fury tidak memiliki ketentuan yang serupa. “Tes seharusnya dimulai ketika kontrak awal ditandatangani, tetapi itu tidak terjadi pada mereka. Saya tidak berpikir Tyson memiliki kewajiban tersebut dalam kontraknya. Jadi, ini bukan berarti saya mengatakan dia tidak mendaftar. Saya rasa dia memang tidak diwajibkan. Namun, dalam kontrak kami, dia diwajibkan untuk mendaftar,” ungkap Hearn.
Meskipun demikian, Hearn menganggap masalah tes doping ini sebagai salah satu dari beberapa perbedaan kecil yang muncul selama negosiasi. Ia menyatakan bahwa pihaknya memilih untuk tidak mempermasalahkan sebagian besar isu demi menjaga agar pertarungan Joshua vs Fury tetap terlaksana. “Ini hanya masalah kecil. Ada banyak persoalan dalam kontrak yang kami biarkan karena kami ingin pertarungan ini tetap berlangsung,” tuturnya.
Masalah Sebelumnya dan Proses Negosiasi
Menurut Hearn, masalah terbesar sebelumnya justru berkaitan dengan lokasi pertarungan. Keterlibatan TKO juga sempat menjadi bagian dari pembahasan, tetapi lokasi menjadi isu utama yang harus diselesaikan. Sumber yang dekat dengan proses negosiasi menyebutkan bahwa Fury akan mulai menjalani tes doping setelah pertarungan diumumkan secara resmi. Hal ini dianggap tidak terlalu aneh karena program pengujian biasanya dimulai setelah pertarungan mendapatkan kepastian resmi.
Hearn juga menambahkan bahwa perbedaan klausul dalam kontrak bukanlah hal baru dalam negosiasi yang melibatkan Turki Alalshikh dan Sela. Ia mengingatkan bahwa masalah serupa pernah terjadi ketika ia menangani Conor Benn dalam dua pertarungannya melawan Chris Eubank Jr pada tahun 2025. Hearn memberikan contoh mengenai masalah ruang ganti, urutan masuk ring, hingga ketentuan hidrasi dan denda. Menurutnya, keinginan untuk segera menyelesaikan kesepakatan terkadang membuat detail kontrak tidak dibahas dengan matang sejak awal. “Orang-orang begitu ingin kesepakatan segera tercapai sehingga mereka hanya mengatakan ya. Tetapi masalahnya, persoalan tersebut bisa muncul kembali di kemudian hari,” kata Hearn.
Dengan semakin dekatnya duel antara Anthony Joshua dan Tyson Fury, kedua kubu masih perlu memastikan bahwa seluruh detail kontrak selaras agar tidak menimbulkan hambatan menjelang pertarungan besar tersebut.