Logo
Sepakbola

Elyaz Zidane, Bek Muda yang Membangun Nama di Ligue 2 Prancis

Elyaz Zidane, putra bungsu pelatih timnas Prancis Zinedine Zidane, kini menunjukkan kemampuannya sebagai bek tangguh di Ligue 2 bersama Red Star. Pertandingan melawan Saint-Etienne pada 17 Oktober 202...

A
Atha Aziz
17 October 2026 21 pembaca
Elyaz Zidane (5) beraksi dalam pertandingan sepak bola Piala Dunia U20 2025 antara Perancis vs Afrika Selatan di Stadion El Teniente di Rancagua, Chile pada 29 September 2025. (Foto oleh Raul BRAVO / AFP)(AFP/RAUL BRAVO)
Elyaz Zidane (5) beraksi dalam pertandingan sepak bola Piala Dunia U20 2025 antara Perancis vs Afrika Selatan di Stadion El Teniente di Rancagua, Chile pada 29 September 2025. (Foto oleh Raul BRAVO / AFP)(AFP/RAUL BRAVO)

KOMPAS.com - Elyaz Zidane, putra bungsu dari pelatih timnas Prancis, Zinedine Zidane, tengah membangun kariernya sebagai bek yang menjanjikan di divisi kedua Liga Prancis. Saat ini, Elyaz bermain untuk klub Red Star yang berkompetisi di Ligue 2. Timnya akan menghadapi Saint-Etienne pada Sabtu, 17 Oktober 2026, dan pertandingan ini akan disaksikan langsung oleh Zinedine Zidane.

Zinedine Zidane memiliki empat anak laki-laki, semuanya mengikuti jejaknya di dunia sepak bola, yaitu Enzo, Luca, Theo, dan Elyaz. Enzo dan Theo berperan sebagai gelandang, sedangkan Luca bermain sebagai kiper dan pernah tampil di Piala Dunia 2026 bersama timnas Aljazair, negara asal ayah mereka.

Postur Ideal dan Perkembangan Karier

Elyaz Zidane berposisi sebagai bek dan mengungkapkan bahwa ia awalnya mencoba berbagai posisi di lapangan, termasuk lini tengah dan penyerang. "Saat masih kecil, saya mencoba beberapa posisi, di lini tengah dan lini serang. Kemudian, saya bermain sebagai bek kiri dan sekitar usia 15 tahun, saya mengalami pertumbuhan fisik yang pesat," jelas Elyaz. "Para pelatih melihat potensi dalam diri saya untuk bermain di jantung pertahanan: saya tinggi, berkaki kiri, dan memiliki kemampuan yang baik dalam membangun serangan," tambahnya.

Dengan tinggi badan mencapai 196 cm, Elyaz menjadi andalan Red Star yang dilatih oleh Damien Perrinelle, yang saat ini berjuang untuk mendapatkan tiket promosi ke Ligue 1. Elyaz telah tampil dalam tujuh dari delapan pertandingan awal Ligue 2 musim 2026-2027.

Nasihat dari Sang Ayah

Dalam perjalanan kariernya, Elyaz mengaku banyak mendapatkan masukan berharga dari Zinedine Zidane. Namun, menjadi anak seorang legenda sepak bola membawa tantangan tersendiri. "Ada aspek positif namun juga lebih kompleks, terutama perbandingan yang terus-menerus dan fakta bahwa Anda dinilai lebih keras dari yang lain," ungkap Elyaz.

Dia berusaha untuk membangun namanya sendiri dan memilih untuk menggunakan nama depannya "Elyaz" di kostumnya, tetap menghormati nama Zidane. "Ketika Anda masih muda, hal utama adalah untuk dapat berkembang tanpa terus-menerus menjadi sorotan pada Anda, dan itulah yang mungkin sedikit sulit. Namun di sisi lain, saya sangat bangga dengan ayah saya, yang memberi saya banyak nasihat," tutup Elyaz. "Berkat kariernya yang luar biasa, dia membimbing saya dalam aspek olahraga, tetapi juga dalam gaya hidup seorang atlet level tinggi seperti pola makan, pemulihan atau perilaku di luar lapangan. Dia selalu ada untuk mendukung saya."

Artikel Terkait