Logo
Basket

Enes Kanter Freedom Menggugat Chicago Sky Terkait Pengusiran dari Arena

Enes Kanter Freedom mengajukan gugatan terhadap Chicago Sky dan pemilik Wintrust Arena setelah diusir dari pertandingan, mengklaim pelanggaran haknya berdasarkan Amandemen Pertama Konstitusi AS.

B
Bayu Biru
05 September 2026 17 pembaca
Enes Kanter Freedom menegaskan akan terus memperjuangkan kebebasan berbicara dan menyuarakan dukungannya terhadap Perempuan. (Foto: AP)
Enes Kanter Freedom menegaskan akan terus memperjuangkan kebebasan berbicara dan menyuarakan dukungannya terhadap Perempuan. (Foto: AP)

Enes Kanter Freedom telah resmi mengajukan gugatan terhadap Chicago Sky serta pemilik Wintrust Arena dengan tuduhan bahwa haknya dilanggar sesuai Amandemen Pertama Konstitusi Amerika Serikat. Gugatan ini muncul setelah ia dikeluarkan dari pertandingan Sky bulan lalu dan kemudian dilarang untuk menghadiri pertandingan WNBA di arena tersebut.

Dokumen gugatan yang terdiri dari 15 halaman tersebut diserahkan pada hari Kamis, 3 September, kepada Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Utara Illinois Divisi Timur. Selain Chicago Sky, gugatan ini juga mencakup Kota Chicago dan Metropolitan Pier and Exposition Authority, yang merupakan badan yang memiliki dan mengelola Wintrust Arena.

Insiden di Pertandingan

Insiden yang memicu gugatan ini terjadi pada 23 Agustus saat Kanter Freedom terlibat pertikaian verbal dengan point guard Sky, Natasha Cloud, menjelang akhir kuarter ketiga dalam pertandingan melawan Indiana Fever. Pada saat itu, mantan pemain NBA tersebut terlihat duduk di sisi lapangan mengenakan kaus hitam dengan tulisan, “WOMAN noun. adult human female.” Ketika terjadi timeout, Cloud mendekati Kanter Freedom dan mulai meneriakinya.

Kanter Freedom kemudian berdiri dengan kedua tangan terbuka dan melangkah beberapa langkah menuju lapangan sebelum petugas keamanan menghentikannya dan meminta untuk meninggalkan arena. Pemilik Chicago Sky, Michael Alter, menyatakan dalam pengumuman larangan terhadap Kanter Freedom bahwa mantan pemain NBA tersebut telah mulai “memancing” dan “terlibat” dengan Cloud, yang dianggapnya sebagai upaya untuk memprovokasi.

Pernyataan Pemilik Tim dan Tanggapan Kanter Freedom

Alter menambahkan bahwa Kanter Freedom dianggap berpotensi menjadi ancaman karena dinilai tidak mampu mengendalikan diri, sehingga pihak keamanan tidak dapat menjamin bahwa ia tidak akan kembali bergerak ke arah lapangan dan pemain. Meskipun demikian, Alter menegaskan dukungannya terhadap Amandemen Pertama serta hak individu untuk memiliki keyakinan politik, agama, dan pandangan lainnya. Ia juga menyatakan bahwa penonton yang memasuki arena harus mematuhi aturan yang berlaku sebagai bagian dari ketentuan tiket.

Dalam sebuah unggahan di media sosial yang mengumumkan gugatan ini, Kanter Freedom menyatakan bahwa ia hanya menggunakan hak kebebasan berbicara dengan cara yang damai saat dikeluarkan dari arena. Ia berpendapat bahwa tidak ada ancaman atau kekerasan dalam tindakannya dan menegaskan bahwa tidak seharusnya seseorang dibungkam hanya karena pandangan yang disampaikan melalui kaus yang dikenakannya. Kanter Freedom menekankan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebebasan berbicara serta mendukung perempuan melalui proses hukum yang kini sedang dijalankannya.

Artikel Terkait