Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menekankan urgensi untuk menanamkan nilai-nilai anti rasisme dan menjunjung tinggi prinsip fair play dalam pembinaan atlet muda. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap insiden kekerasan yang terjadi di kompetisi EPA U-20.
Erick Thohir menjelaskan bahwa pembinaan karakter yang baik sangat penting untuk menciptakan generasi pemain yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan sportivitas. Ia menambahkan bahwa insiden tersebut harus menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih fokus pada pengembangan nilai-nilai positif dalam olahraga. “Kita perlu memastikan bahwa setiap pemain muda memahami pentingnya menghargai satu sama lain dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.
Dengan penekanan pada pendidikan karakter, PSSI berharap dapat mencegah terulangnya kekerasan dalam dunia sepak bola, terutama di kalangan usia muda. Ke depan, PSSI berencana untuk mengimplementasikan program-program yang lebih intensif dalam mendidik dan membina pemain muda agar dapat menjadi contoh yang baik di lapangan.