Fabio Quartararo mengungkapkan bahwa Yamaha mengalami kesulitan dalam bersaing di ajang MotoGP akibat ketidakmampuan mereka mengikuti perkembangan teknologi dalam beberapa tahun terakhir. Pembalap asal Prancis ini menilai bahwa motor Yamaha terlihat ketinggalan sekitar empat tahun dibandingkan dengan Ducati dan Aprilia yang terus berkembang dengan pesat.
Quartararo, yang pernah membawa Yamaha meraih gelar juara dunia MotoGP pada tahun 2021 dan menjadi runner-up pada tahun 2022, menyatakan bahwa perkembangan teknologi dan aerodinamika yang sangat cepat membuat posisi Yamaha di balapan semakin terpuruk. Meskipun Yamaha telah mulai menggunakan mesin V4 pada musim 2026, situasi yang dihadapi oleh Quartararo di musim terakhirnya bersama tim ini berpotensi menjadi salah satu yang terburuk dalam kariernya, dengan kemungkinan finis di posisi ke-15 klasemen.
Perkembangan Teknologi yang Pesat
Menurut Quartararo, permasalahan yang dihadapi oleh Yamaha tidak hanya terfokus pada satu aspek saja. Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi di MotoGP berlangsung sangat cepat, terutama dalam hal aerodinamika dan perangkat elektronik. Saat ditanya apakah perkembangan tersebut membuat Yamaha tertinggal, Quartararo menjawab dengan tegas.
"Ya. Pada akhirnya, terjadi perubahan besar, terutama dalam teknologi dan aerodinamika. Perubahan itu terlihat kecil, tetapi ketika ada 10 perubahan kecil, hasil akhirnya menjadi sangat signifikan," jelas Quartararo kepada Motorbike Mag. Ia juga menambahkan, "Dan saya pikir kami belum beradaptasi dengan hal tersebut. Bahkan secara estetika, Anda melihat motor kami dan terlihat seperti motor dari empat tahun lalu. Sementara sekarang Anda melihat motor MotoGP lainnya dan mereka terlihat seperti roket atau tank dengan semua aerodinamika."
Persaingan yang Ketat
Ducati menjadi salah satu pabrikan yang sangat agresif dalam mengembangkan teknologi MotoGP, terutama melalui perangkat elektronik dan sistem ride-height. Aprilia juga telah menjadi salah satu acuan dalam pengembangan aerodinamika, menjadikannya kandidat kuat dalam perebutan gelar menjelang akhir era mesin 1.000cc.
Quartararo juga mengakui bahwa Yamaha masih menghadapi masalah terkait tenaga mesin. Ia menjelaskan bahwa kombinasi dari keterlambatan dalam mengikuti perkembangan teknologi dan kurangnya tenaga membuat Yamaha masih jauh dari para pesaingnya. "Kami juga tidak bisa melakukannya karena kami tidak memiliki tenaga mesin. Ada banyak hal yang membuat kami masih sangat jauh," tegasnya.
Dengan kepergian Fabio Quartararo yang akan bergabung dengan Honda pada tahun 2027, Yamaha berharap bahwa perubahan struktur dan perekrutan teknisi baru dapat membantu mereka mengejar ketertinggalan yang ada.