Fabio Wardley bertekad untuk membuktikan kemampuannya dengan mengubah kritik yang ditujukan kepada pelatihnya, Ben Davison, menjadi motivasi menjelang pertarungan ulang melawan Daniel Dubois yang akan berlangsung pada 17 Oktober di O2 Arena, London. Davison mendapatkan sorotan negatif setelah petinju yang dilatihnya, Moses Itauma, mengalami kekalahan dari Filip Hrgovic dalam perebutan gelar kelas berat IBF yang kosong. Meskipun Itauma unggul di kartu skor, ia kehabisan tenaga dan dihentikan pada ronde kesembilan, menjadikan Hrgovic juara dunia kelas berat pertama asal Kroasia.
Kekalahan Itauma yang masih unggul di ketiga kartu juri membuat Davison mendapatkan kritik tajam terkait manajemen pertandingannya. Wardley menanggapi hal ini dengan menyatakan bahwa kritik tersebut justru semakin memotivasi dirinya untuk menunjukkan kualitas timnya saat menghadapi Dubois. "Saya merasa sekarang giliran saya. Giliran saya melakukan bagian saya untuk gym ini. Giliran saya membuktikannya karena saya sangat terkejut dengan banyaknya kritik yang diterima Ben," ungkap Wardley dalam konferensi pers untuk mempromosikan rematch.
Kritik yang Berlebihan dan Fokus pada Gelar Dunia
Wardley menilai kritik terhadap Davison terlalu berlebihan dan bertekad untuk membuktikan kemampuan timnya. "Saya akan membuktikannya kepada Anda. Saya akan memikulnya di pundak saya. Saya akan menerimanya, tidak masalah," tegas Fabio Wardley. Ia juga yakin bahwa kekalahan Itauma tidak akan mengakhiri karier petinju berusia 21 tahun tersebut, dan percaya bahwa masih ada waktu bagi Itauma untuk berkembang dan merebut gelar dunia di masa depan.
Saat ini, fokus Wardley adalah mengejar gelar dunia keduanya. Ia sebelumnya berhasil meraih sabuk interim setelah mengalahkan Joseph Parker pada bulan Oktober, dan statusnya ditingkatkan menjadi juara penuh ketika Oleksandr Usyk mengosongkan gelar tersebut. Namun, pertahanan gelar pertamanya berakhir dengan buruk. Wardley sempat menjatuhkan Dubois dua kali dalam tiga ronde awal pada pertarungan di Co-op Live Arena, Manchester, pada 9 Mei, sebelum akhirnya dihentikan pada ronde ke-11.
Dukungan Terhadap Pelatih dan Persiapan Rematch
Wasit Howard Foster menghentikan pertarungan setelah 28 detik di ronde ke-11, dan Davison serta Robert Hodgins, pelatih lainnya, juga mendapatkan kritik karena dianggap terlambat menghentikan pertandingan. Wardley membela kedua pelatihnya dan menegaskan bahwa keputusan di sudut ring sudah tepat. Ia menyatakan bahwa Hodgins telah mendampinginya sejak awal kariernya di dunia tinju, sementara Davison telah bekerja bersamanya selama hampir tujuh tahun.
Wardley percaya bahwa kedua pelatihnya memahami daya tahan dan karakter bertarungnya. Ia mencontohkan kemenangan atas Justis Huni setelah melewati 10 ronde dalam pertarungan yang tidak berjalan sesuai harapan. Wardley juga segera mengaktifkan klausul rematch melawan Dubois setelah pertarungan pertama berakhir. Ia mengakui bahwa dua knockdown awal membuatnya terlalu percaya diri dan terlalu sering memburu pukulan kanan. "Saya sudah membuktikan berkali-kali bahwa saya bisa berubah, beradaptasi dan berkembang. Saya akan melakukan hal yang sama lagi," tutup Wardley.