Fajar Alfian dan Muhammad Fikri, pasangan ganda putra badminton Indonesia, telah menyatakan bahwa mereka masih merasa kurang dalam hal kekuatan dan energi saat tersingkir dari semifinal Badminton Asia Championships (BAC) 2023. Dalam pertandingan yang berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab, pasangan ini kalah dari lawan mereka, Takuro Hoki dan Yugo Kobayashi, dengan skor 21-18 dan 21-16.
Dalam sesi wawancara setelah pertandingan, Fajar mengungkapkan, “Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tetapi kami merasa kondisi fisik kami belum cukup optimal.” Hal ini menunjukkan bahwa meskipun mereka berlatih keras, persoalan stamina masih menjadi tantangan yang harus dihadapi. Fikri menambahkan, “Di titik-titik kunci, kami tidak dapat mengejar ketertinggalan seperti yang kami harapkan,” mengindikasikan bahwa kondisi fisik turut mempengaruhi performa mereka dalam momen-momen penting.
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai persiapan sebelum turnamen, Fajar menjelaskan bahwa mereka telah melakukan latihan intensif, namun tampaknya ada beberapa aspek yang belum sepenuhnya terpenuhi. “Kami berfokus pada teknik, tetapi selain itu, kekuatan fisik juga sangat penting. Itu yang mungkin kami kurang,” katanya. Hal ini menjadi refleksi bagi mereka untuk meningkatkan stamina di masa mendatang.
Fikri juga menyoroti pentingnya menyesuaikan strategi permainan dengan kondisi fisik. “Kami harus lebih cermat dalam menyusun strategi di lapangan, terutama saat merasa lelah,” ucapnya. Sikap positif ini menunjukkan bahwa meskipun hasil tidak sesuai harapan, mereka berkomitmen untuk memperbaiki diri dan belajar dari pengalaman tersebut.
Setelah penampilan di BAC, Fajar dan Fikri masih tetap optimis bahwa mereka bisa memberikan yang terbaik di turnamen-turnamen berikutnya. “Kami akan terus berlatih dan berkomunikasi satu sama lain untuk menemukan solusi dari masalah yang kami hadapi saat ini,” kata Fajar. Hal ini menunjukkan komitmen mereka untuk memperbaiki performa dan meneruskan perjuangan di dunia bulutangkis.
Dari hasil ini, banyak pengamat bulutangkis melihat bahwa meskipun mereka tersingkir, potensi yang dimiliki oleh Fajar dan Fikri masih sangat besar. Dengan melanjutkan latihan yang tepat dan memperhatikan aspek fisik, mereka diharapkan mampu kembali bersinar di turnamen selanjutnya. Penggemar bulutangkis di Indonesia tentu menunggu pembuktian selanjutnya dari pasangan ini dalam meraih prestasi yang lebih baik di kancah internasional.