Bintang muda Indonesia, Fardhan Rainanda Joe, berhasil menciptakan kejutan dengan menyingkirkan unggulan teratas dari Prancis, Mady Sow, untuk melaju ke babak final dalam ajang individual Kejuaraan Dunia Junior BWF 2026. Pertandingan yang berlangsung di Cairo International Stadium, Kairo, Mesir pada Jumat malam (16/10), menunjukkan Fardhan yang menempati unggulan ke-18, berhasil mengalahkan pemain peringkat satu dunia junior tersebut melalui pertarungan sengit yang berakhir dengan skor 11-15, 15-8, dan 16-14.
Fardhan mengungkapkan bahwa pada game pertama, ia mengalami kesulitan dalam beradaptasi karena terkejut dengan kecepatan permainan dan serangan lawan yang sangat baik. "Di game pertama saya cukup lambat adaptasinya, karena sempat kaget juga melihat lawan bermain sangat cepat dan serangannya bagus. Tadi pelatih memberikan instruksi untuk tetap fokus satu demi satu poin," jelas Fardhan. Ia juga menambahkan bahwa pada game ketiga, pertandingan berlangsung ketat dan ia harus berjuang untuk mendapatkan poin. "Di akhir poin ada keberuntungan juga buat saya, karena saya kira sudah game ternyata lawan di fault oleh wasit, di posisi ini saya mencoba terus fokus dan akhirnya diberikan kemenangan," paparnya.
Pertemuan dengan Rekan Senegara di Final
Pada babak final yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (17/10), Fardhan Rainanda Joe akan menghadapi rekan senegaranya, Radithya Bayu Wardhana, dalam perebutan medali emas. Pertandingan ini diharapkan menjadi momen yang menarik bagi kedua pemain Indonesia.
Kemenangan Ganda Campuran Indonesia
Di sisi lain, pasangan ganda campuran Indonesia, Muhammad Luthfi Habibi dan Dian Ramadhani Mukti, juga berhasil mencapai final setelah mengalahkan wakil dari Taiwan, Wei Ting Lee dan Yu Hsi Chen. Pertandingan yang berlangsung pada Jumat sore (16/10) itu berlangsung ketat, di mana pasangan ini harus berjuang hingga rubber game dengan skor 13-15, 16-14, dan 16-14.
Luthfi menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran dan kemenangan yang diraih, serta berharap tidak mengalami cedera. "Alhamdulillah diberikan kelancaran dan kemenangan serta dihindarkan dari cedera. Besok masih ada partai terakhir buat melawan China semoga diberikan kelancaran," katanya. Ia juga mengungkapkan bahwa komunikasi yang solid menjadi kunci kemenangan mereka. "Kunci kemenangan hari ini yang pasti komunikasinya lebih solid, apapun yang terjadi di lapangan yang penting maksimal aja," tambahnya.
Sebelumnya, pasangan ganda campuran lainnya, Raihan Daffa Edsel Pramono dan Atresia Naufa Anjani, harus puas dengan medali perunggu setelah kalah dari wakil asal China, Feng Yi Lang dan Li Meng Han, di babak semifinal. Pertandingan tersebut berlangsung ketat dengan skor 11-15 dan 14-16.