Jakarta Running Festival 2026 tidak hanya berkomitmen pada kualitas perlombaan, tetapi juga mengutamakan keselamatan peserta dan keberlanjutan acara. Dalam upaya mencapai standar penyelenggaraan yang tinggi, panitia telah menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra yang memiliki visi dan misi sejalan. Acara ini berhasil meraih Gold Label dari World Athletics dalam kategori half marathon, yang merupakan langkah signifikan dalam meningkatkan kualitas perlombaan sesuai dengan standar internasional. Selain itu, penyelenggara juga mendapatkan sertifikasi Athletics for a Better World Recognised Event yang menekankan pentingnya keberlanjutan dalam penyelenggaraan olahraga.
Kerja Sama untuk Standar yang Lebih Baik
Kolaborasi dengan mitra menjadi salah satu strategi penting untuk memenuhi standar teknis perlombaan, menjaga keselamatan peserta, serta mendukung keberlanjutan acara. Direktur Utama PT Kelompok Lari Anak Bangsa (KLAB), Dickie Widjaja, menjelaskan bahwa World Athletics kini memberikan perhatian lebih terhadap keberlanjutan melalui standar yang mencakup tidak hanya aspek teknis perlombaan. “Jakarta Running Festival 2026 ini naik kelas ke Gold Label. Selain itu, sebenarnya ada satu sertifikasi yang jarang kita sebutkan, yaitu Athletics for a Better World Recognised Event,” ungkap Dickie dalam konferensi pers pada Kamis (22/10/2026).
Pentingnya Keterlibatan Berbagai Pihak
Menurut Dickie, perhatian terhadap keberlanjutan merupakan bagian dari perkembangan standar penyelenggaraan ajang olahraga di tingkat internasional. Ia menekankan bahwa penyelenggara perlu menjalin kerja sama dengan mitra yang tepat agar semua kebutuhan acara dapat terpenuhi. “Dari situlah kita melihat bahwa ada banyak standar yang harus dipenuhi. Jadi, kita juga harus mencari mitra-mitra yang tepat untuk memastikan acara ini bisa berjalan dengan baik,” tambahnya. Dickie juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam penyelenggaraan festival lari ini, dengan menyatakan bahwa Jakarta Running Festival tidak hanya membutuhkan dukungan dari banyak orang, tetapi juga seluruh elemen kota. “Saya sering mengatakan, ‘It takes a village’. Namun, untuk acara ini, kita bisa mengatakan, ‘It takes a city’,” jelasnya.
Acara ini tidak hanya ditujukan bagi pelari lokal, tetapi juga pelari dari luar negeri. Oleh karena itu, penyelenggara berusaha memenuhi semua standar yang diperlukan melalui kolaborasi dengan mitra yang memiliki visi dan misi serupa, terutama dalam aspek keselamatan. “Pada akhirnya, Jakarta Running Festival 2026 merupakan acara yang tidak hanya ditujukan bagi pelari Indonesia, tetapi juga pelari mancanegara. Jadi, kita harus memastikan semua standar terpenuhi," tutup Dickie.