Dalam dunia tinju, Filip Hrgovic memberikan penilaian yang menarik menjelang pertarungannya melawan Moses Itauma. Meskipun ia mengakui bahwa Itauma memiliki kemampuan yang mengesankan, Hrgovic menegaskan bahwa Daniel Dubois adalah petinju dengan pukulan paling mematikan yang pernah ia hadapi.
Hrgovic dijadwalkan untuk bertanding melawan Itauma pada 29 Agustus di O2 Arena, London. Pertarungan ini diprediksi akan menjadi ujian terbesar dalam karier Itauma, yang hingga saat ini masih mempertahankan rekor sempurna sebagai petinju profesional. Dengan catatan 14 kemenangan tanpa kekalahan, 12 di antaranya diraih melalui knockout, prospek berusia 21 tahun ini juga belum pernah kehilangan satu ronde pun dalam kariernya. Kemenangan terbesar Itauma terjadi ketika ia menghentikan Jermaine Franklin pada ronde kelima awal tahun ini.
Pengalaman Hrgovic di Kelas Berat
Walaupun demikian, banyak pengamat yang berpendapat bahwa Itauma belum menghadapi lawan sekelas Hrgovic. Petinju asal Kroasia ini telah bertanding melawan sejumlah petinju elite di divisi kelas berat, termasuk Zhilei Zhang dan Daniel Dubois. Hrgovic meraih kemenangan kontroversial atas Zhang pada tahun 2022, sebelum mengalami kekalahan technical knockout dari Dubois pada tahun 2024 akibat cedera serius di wajah yang membuat pertarungan dihentikan pada ronde kedelapan.
Ketika diwawancarai oleh DAZN, Hrgovic diminta untuk menyebut petinju dengan pukulan terkuat yang pernah ia hadapi. Ia dengan tegas menyebut nama Dubois. "Menurut saya, Daniel Dubois," ujarnya singkat.
Kekuatan Pukulan Itauma Masih Dipertanyakan
Pernyataan Hrgovic tersebut cukup beralasan, mengingat Dubois dikenal sebagai salah satu pemukul paling eksplosif di divisi kelas berat. Sebagian besar kemenangannya diraih melalui knockout, termasuk saat mengalahkan Anthony Joshua dan Fabio Wardley untuk merebut gelar juara dunia. Di sisi lain, Hrgovic menilai bahwa kekuatan pukulan Itauma masih perlu dibuktikan ketika ia menghadapi petinju papan atas. Meskipun rasio knockout Itauma cukup tinggi, sebagian besar lawan yang dihadapinya belum berasal dari level elite.
Dengan demikian, pertarungan melawan Hrgovic dipandang sebagai tolok ukur penting bagi perkembangan karier Itauma. Jika ia berhasil mengalahkan mantan peraih medali perunggu Olimpiade tersebut, peluangnya untuk bersaing dalam perebutan gelar juara dunia akan semakin terbuka. Bagi Hrgovic sendiri, kemenangan atas Itauma akan menjadi langkah krusial untuk kembali masuk dalam jalur perebutan sabuk juara dunia kelas berat. Dengan pengalaman menghadapi lawan-lawan terbaik di divisi ini, petinju berusia 34 tahun tersebut yakin masih memiliki kemampuan untuk bersaing di level tertinggi.