Jakarta - Jepang dipastikan menjadi favorit di cabang olahraga karate pada Asian Games 2026. Namun, Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI) percaya bahwa Indonesia mampu membawa pulang satu medali emas dari kompetisi ini.
Karate menjadi salah satu cabang olahraga yang diandalkan Indonesia untuk meraih medali emas di Asian Games yang berlangsung di Aichi-Nagoya. Setelah mengirimkan sejumlah atlet ke berbagai ajang internasional, FORKI telah menetapkan enam atlet yang akan bertanding di Asian Games 2026. Di nomor kata, terdapat Marzella Sekar Damayanti dan Christopher Edbert Setiabudi. Sedangkan di nomor kumite, ada Muhammad Tegar Januar, Leica Al Humaira Lubis, Cok Istri Sanistya Rani, dan Daniel Hutapea.
Persiapan Tim Karate Indonesia
Dengan dukungan tiga pelatih, termasuk Syamsuddin Barkhani sebagai pelatih kepala, tim karate Indonesia menargetkan untuk membawa pulang minimal satu medali emas dari nomor kumite wanita. Ketua PB Forki, Hadi Tjahjanto, menyatakan, "Menurut saya persiapan sudah bagus. Kami sudah mempersiapkan timnas Asian Games Nagoya sudah 7 bulan lalu, persiapan fisik maupun mental. Saya yakin mereka sudah siap. Apalagi mereka juga kita libatkan beberapa event internasional untuk tambah wawasan dan mental."
Hadi menambahkan, "Ada enam atlet, kita harapkan dapat emas dari kelas kumite wanita. Kalau kata pria harapkan kita bisa ambil juga. Lawan kita paling kuat Jepang. Jika melihat latihan mereka, saya optimistis kami bisa meraih emas untuk kumite. Harapan kami juga dari nomor kata, setiap event kata jadi andalan kami."
Tantangan dan Harapan di Asian Games 2026
Hadi juga menyampaikan keyakinannya, "Saya yakin kumite dapatkan satu emas, kalau kata dapat emas, itu hal luar biasa. Tapi estimasi saya, perak atau perunggu pasti dapat." Pada Asian Games 2022, Indonesia hanya berhasil meraih satu medali perunggu, sehingga tantangan semakin berat di 2026, terutama dengan adanya pengetatan biaya pelatnas dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akibat efisiensi yang dilakukan pemerintah.
Dia menegaskan, "Untuk event Asian Games Nagoya, kita dapat bantuan dari Kemenpora juga sesuai porsinya. Tapi saya rasa tidak masalah semuanya. Tapi memang pembinaan sebelumnya kita harus koordinasi dengan Kemenpora." Hadi menambahkan bahwa koordinasi yang baik dengan Kemenpora telah memberikan solusi untuk situasi yang ada.
Tim karate Indonesia dijadwalkan terbang ke Jepang pada 17 September untuk melakukan persiapan akhir sebelum pertandingan yang berlangsung dari 20 hingga 23 September. Mengingat karate bukan cabang olahraga yang terukur, Hadi ditanya mengenai potensi keputusan juri yang mungkin menguntungkan tuan rumah. Dia menjawab, "Oh ya, maka itu kita kirim pelatih yang sudah pengalaman, satu untuk kata, dua untuk kumite. Tidak khawatir dengan tekanan rumah. Kami yakin emas untuk kumite, kata paling tidak kita perunggu dapat."