Logo
Olahraga Lain

--- Formula 1 Kembali ke Afrika, Rwanda Siap Jadi Tuan Rumah Selama 10 Tahun ---

--- Balapan Formula 1 akan kembali diadakan di Afrika dengan Rwanda sebagai tuan rumah selama sepuluh tahun mulai awal 2030-an. Kesepakatan ini telah diumumkan secara resmi oleh pihak F1. ---

D
Dharma Kusuma
14 October 2026 20 pembaca
Formula 1 akan kembali digelar di Afrika, tepatnya di Rwanda mulai era 2030-an awal mendatang. (REUTERS/Henry Romero)
Formula 1 akan kembali digelar di Afrika, tepatnya di Rwanda mulai era 2030-an awal mendatang. (REUTERS/Henry Romero)
---TITLEEXCERPT--- Balapan Formula 1 akan kembali diadakan di Afrika dengan Rwanda sebagai tuan rumah selama sepuluh tahun mulai awal 2030-an. Kesepakatan ini telah diumumkan secara resmi oleh pihak F1. ---CONTENT---

Balapan Formula 1 akan kembali menyapa benua Afrika, dengan Rwanda ditunjuk sebagai tuan rumah untuk F1 GP Rwanda yang dijadwalkan masuk dalam kalender F1 pada awal tahun 2030-an. Kesepakatan ini berlangsung selama sepuluh tahun, sebagaimana disampaikan oleh F1 melalui akun resmi mereka.

Walaupun waktu pasti untuk pelaksanaan GP Rwanda belum ditentukan, pihak F1 telah mengonfirmasi bahwa kerja sama ini akan berlangsung selama satu dekade. Dalam pernyataan resmi mereka, F1 menyatakan, "Formula 1 kembali ke Afrika dengan kesepakatan 10 tahun balapan di Rwanda. African Grand Prix direncanakan bakal bergabung ke kalender F1 pada awal 2030-an."

Persiapan Sirkuit di Bugesera

Alasan mengapa balapan ini baru akan dimulai pada awal 2030-an adalah karena sirkuit yang akan digunakan masih dalam tahap pembangunan. Rencananya, sirkuit tersebut akan dibangun di daerah Bugesera. Dengan penambahan Rwanda dalam kalender balapan di dekade mendatang, F1 berupaya menghadirkan olahraga ini di setiap benua, sehingga kejuaraan dunia semakin dekat dengan para penggemar di seluruh dunia.

Komitmen Jangka Panjang F1 di Afrika

Presiden F1, Stefano Domenicali, menyatakan, "Afrika selalu jadi bagian dari masa depan Formula One, sejak awal kami selalu ingin kembali dengan cara yang tepat, dengan partner yang tepat, tentunya berlandaskan komitmen jangka panjang dan visi yang jelas untuk menghadirkan dampak yang bermutu." Ini menandai kembalinya F1 ke Afrika setelah terakhir kali menggelar balapan di benua ini pada tahun 1993, ketika Johannesburg, Afrika Selatan menjadi tuan rumah dan Alain Prost meraih kemenangan.

Dengan demikian, Afrika telah lebih dari tiga dekade tidak menjadi tuan rumah balapan Formula 1.

Artikel Terkait