Jakarta - Gigi Dall'Igna, selaku General Manager Ducati Corse, memberikan pandangannya mengenai gaya berkendara para pebalap. Ia menekankan bahwa ada aspek-aspek tertentu yang tidak dapat dengan mudah diimitasi oleh pebalap lain.
Ducati memiliki banyak data untuk menganalisis performa para pebalapnya di ajang MotoGP. Pengumpulan dan analisis data tersebut dianggap sebagai salah satu faktor kunci dalam kesuksesan mereka di kompetisi ini. Keunggulan ini semakin meningkat karena Ducati menurunkan lebih banyak motor di grid dibandingkan dengan pabrikan lainnya.
Karakteristik Unik Setiap Pebalap
Meski demikian, Dall'Igna menegaskan bahwa setiap pebalap memiliki karakter dan keunggulan masing-masing. Oleh karena itu, data yang ada tidak dapat serta-merta membuat seorang pebalap meniru gaya pebalap lainnya. "Setiap pebalap memiliki gaya yang berbeda," ungkap Dall'Igna kepada MCNews.com.au. "Bahkan jika mereka mencoba meniru satu sama lain, itu tidak mungkin. Sebagai contoh, gaya balap Marc di tikungan kiri tidak mungkin ditiru."
Ia juga menambahkan, "Kadang-kadang, mustahil meniru Pecco saat melakukan pengereman. Ada fase-fase berbeda dalam balapan di mana pebalap tertentu tampil jauh lebih baik dibandingkan yang lain."
Contoh Gaya Balap yang Sulit Ditiru
Dall'Igna secara khusus menyoroti kemampuan Marc Marquez dan Francesco Bagnaia. Menurutnya, kemampuan Marquez dalam melibas tikungan kiri merupakan karakteristik yang sangat sulit untuk ditiru oleh pebalap lain. Demikian pula dengan Bagnaia saat memasuki zona pengereman. Ada fase tertentu dalam balapan yang menjadi keunggulan masing-masing pebalap.
Selain itu, Dall'Igna juga memberikan perhatian pada Fabio Di Giannantonio. Pebalap dari tim VR46 ini disebut memiliki keunggulan dalam menjaga kecepatan saat memasuki tikungan. "Dia adalah salah satu yang terbaik," tutup Dall'Igna.