Granit Xhaka, kapten tim Sunderland, harus menghadapi konsekuensi hukum yang serius setelah dijatuhi denda bersyarat sebesar 150.000 franc Swiss, yang setara dengan Rp3,2 miliar, karena memiliki sertifikat vaksinasi COVID-19 palsu di Swiss. Denda ini terdiri dari 50 denda harian masing-masing sebesar 3.000 franc atau sekitar Rp64,7 juta, yang tidak perlu dibayar jika Xhaka tidak melakukan pelanggaran hukum lainnya selama masa percobaan dua tahun.
Selain denda, Xhaka juga mengonfirmasi bahwa ia telah menyelesaikan semua biaya pengadilan terkait proses hukum yang menimpanya. Dalam pernyataannya di media sosial pada Jumat (9/10/2026), gelandang berusia 34 tahun ini mengungkapkan tanggapannya terhadap keputusan pengadilan.
Tanggung Jawab dan Tanggapan Xhaka
“Beberapa minggu yang lalu, saya berbicara secara pribadi di sini dan mengatakan bahwa saya akan bertanggung jawab atas keputusan saya. Saya tetap pada pernyataan itu,” tulis Xhaka. “Saya dijatuhi hukuman melalui putusan singkat karena memperoleh sertifikat palsu berupa denda yang ditangguhkan sebesar 50 kali tarif harian masing-masing CHF 3.000, dengan masa percobaan dua tahun.”
“Artinya: Hukuman tersebut tidak akan dijalankan jika saya tidak melakukan pelanggaran lebih lanjut selama periode ini. Saya telah membayar biaya pengadilan.” Ia menambahkan, “Saya menerima keputusan tersebut dan bertanggung jawab atas tindakan saya. Terima kasih atas banyak pesan dukungan selama beberapa minggu terakhir. Pesan-pesan itu sangat berarti bagi saya.”
Dampak pada Karier Internasional
Kasus ini bermula dari sertifikat yang diperoleh Xhaka pada tahun 2022, saat aturan kesehatan mewajibkan bukti vaksin untuk berbagai aktivitas dan perjalanan di Swiss. Akibat pengakuannya, Presiden Asosiasi Sepak Bola Swiss, Peter Knaebel, memutuskan untuk mencoret Xhaka dari skuad utama Timnas Swiss dalam agenda jeda internasional terbaru, yang membuatnya absen dalam empat pertandingan UEFA Nations League.
Meskipun menghadapi masalah hukum, fokus Granit Xhaka kini sepenuhnya tertuju pada persiapan Sunderland menghadapi Brighton. Manajer Sunderland, Regis Le Bris, memberikan pujian terhadap performa Xhaka selama sesi latihan. “Tidak ada komentar mengenai hal-hal di luar lapangan. Namun, dari apa yang saya lihat selama jeda internasional, dia berlatih dengan sangat baik,” ungkap Le Bris. “Itu positif. Dia berada dalam kondisi yang baik dari sisi sepak bola dan bagi saya, itu yang paling penting.”