Guerschon Yabusele, pemain baru Panathinaikos, berbagi cerita mengenai tantangan yang dihadapinya selama bermain untuk New York Knicks dan alasan di balik kepindahannya kembali ke Eropa. Dalam refleksinya, ia juga mengungkapkan pandangannya tentang perkembangan Victor Wembanyama yang terus berlanjut.
Yabusele mengungkapkan bahwa ia dengan cepat menyadari bahwa posisinya di rotasi Knicks sangat terbatas. Akhirnya, pemain asal Prancis ini menandatangani kontrak dengan Panathinaikos, menandai akhir dari karier keduanya di NBA setelah sebelumnya bermain untuk Philadelphia 76ers, Knicks, dan Chicago Bulls. Kembalinya Yabusele ke liga dimulai dengan baik di Philadelphia, namun situasi berubah setelah ia bergabung dengan Knicks. Ia tercatat tampil dalam 41 pertandingan, dengan rata-rata waktu bermain hanya sembilan menit dan tidak pernah menjadi starter.
Keputusan Sulit untuk Pergi
Dalam sebuah wawancara, Yabusele menjelaskan proses pemikirannya mengenai keputusan untuk meninggalkan Knicks. "Saya berbicara dengan istri saya, agen saya, dan mentor saya," ujarnya. "Itu adalah keputusan penting. Saya tidak mengambil keputusan itu dengan mudah. Butuh waktu lama, dan ada banyak pertanyaan." Ia juga mengingat rekan-rekan setimnya dari Prancis yang telah mengalami situasi serupa, tinggal di NBA selama bertahun-tahun tanpa mendapatkan kesempatan bermain. "Saya tidak bisa melakukan itu. Saya yang memutuskan untuk pergi, bukan mereka. Saya lebih suka menjadi orang yang mengambil keputusan itu."
Diskusi dengan Pelatih
Yabusele juga mengungkapkan bahwa ia sempat berdiskusi dengan pelatih kepala Knicks, Mike Brown, mengenai waktu bermainnya yang minim. Namun, percakapan tersebut justru memperjelas bahwa peluangnya untuk bermain akan tetap terbatas. "Dia menjelaskan bahwa dia ingin masing-masing dari lima pemain inti bermain 38 menit, ditambah Mitch, yang pantas mendapatkan 26 menitnya," jelas Yabusele. "Itu sudah memberi Anda gambaran tentang apa yang akan terjadi."