Logo
Basket

Guillem Vives Ungkap Kekecewaan Terhadap Barcelona

Guillem Vives akan memulai babak baru dalam karirnya di Casademont Zaragoza setelah meninggalkan Joventut Badalona, namun ia merasa kecewa dengan cara perpisahannya dari klub sebelumnya dan pengalaman...

E
Elvira Adhitama
01 August 2026 1 pembaca
Guillem Vives Kecewa dengan Perlakuan Barcelona
Guillem Vives Kecewa dengan Perlakuan Barcelona

Guillem Vives, seorang point guard asal Catalan, akan memasuki fase baru dalam karir basketnya di musim panas mendatang. Setelah menyelesaikan periode keduanya bersama Joventut Badalona, klub yang ia perkuat sejak 2021, Vives akan bergabung dengan Casademont Zaragoza dengan kontrak hingga tahun 2028. Tim asal Aragon ini sebelumnya berhasil menyelamatkan diri dari degradasi berkat tembakan tiga angka Marco Spissu yang mengantarkan mereka meraih kemenangan atas Breogán (94-95), sehingga Dreamland Gran Canaria terdegradasi ke Primera FEB. Zaragoza akan kembali dilatih oleh Gonzalo García de Vitoria, dan Vives menjadi salah satu pemain baru dalam proyek tim yang diperbarui ini.

Kekecewaan atas Perpisahan

Guillem Vives meninggalkan Joventut Badalona dengan sedikit rasa sakit hati terkait cara perpisahannya. Dalam sebuah wawancara dengan jurnalis Xavi Ballesteros dari L'Esportiu, ia mengungkapkan perasaannya mengenai proses kepergiannya dari klub tersebut. "Ini adalah tahun yang penuh ketidakpastian. Saya ingin merasa bahwa klub bertaruh pada saya sebagai proyek masa depan dan saya merindukan komunikasi yang lebih langsung," ungkap Vives, yang sebelumnya telah mencatatkan 236 pertandingan resmi dan dibesarkan di akademi muda Olímpic.

Pengalaman dengan Barcelona

Vives kemudian menceritakan pengalamannya saat Barcelona menunjukkan minat untuk merekrutnya. Pada tahun 2017, ia bahkan telah menjalani tes medis, namun klub ragu karena masalah pada pergelangan kaki kirinya. "Itu merupakan pukulan yang sangat berat secara pribadi. Ada banyak minat bagi saya untuk menandatangani kontrak, namun setelah pemeriksaan medis mereka mengesampingkan saya, menyebarkan diagnosis yang tidak dikonfirmasi. Cara menangani situasi ini sangat mengecewakan saya," kenangnya. Vives menambahkan, "Ketika Anda masih muda dan mendapat berita seperti itu, dampaknya sangat besar. Secara mental, itu adalah salah satu situasi tersulit yang pernah saya alami. Bermain dengan motivasi ekstra di Palau? Ya, itu tidak bisa dihindari." Ia juga menegaskan, "Saya selalu memiliki motivasi itu untuk menunjukkan bahwa saya bisa bersaing di level tertinggi. Ini bukan soal balas dendam dalam olahraga."

Artikel Terkait