Manajemen tim basket Hangtuah Jakarta terus melakukan perombakan dalam susunan pemainnya. Setelah Januari Kuntara, kini mereka juga mengumumkan keputusan untuk melepaskan dua pemain muda, yakni Padre Hosbach dan Sahid Kasim.
Padre Hosbach bergabung dengan Hangtuah melalui skema pertukaran pemain yang berlangsung pada 29 April 2025, di mana ia ditukar dengan Saddam Asyruna dari Rajawali Medan. Selama musim 2025, Padre tampil dalam delapan pertandingan bersama Hangtuah, termasuk tiga laga di fase Playoffs. Pada 13 November 2025, ia mendapatkan perpanjangan kontrak dan masuk dalam daftar pemain untuk IBL musim 2026. Namun, kesempatan bermainnya sangat terbatas, dengan rata-rata hanya 2.9 menit per pertandingan dari 13 laga di musim reguler, disebabkan oleh dominasi Rakeem Christmas.
Peluang di Fase Playoffs
Kesempatan bagi Padre untuk menunjukkan kemampuannya muncul saat Rakeem mengalami cedera di fase Playoffs. Dalam dua pertandingan tersebut, ia bermain rata-rata 13.5 menit per game dan mencatatkan statistik 1.0 poin, 3.0 rebound, 1.0 assist, dan 1.0 steal per game. Musim ini juga menandai tahun kelima Padre di IBL sejak debutnya pada 2022.
Di sisi lain, Sahid Kasim menjalani musim pertamanya dalam karier profesionalnya bersama Hangtuah di IBL GoPay 2025. Pelatih Wahyu Widayat Jati memberikan kepercayaan kepadanya untuk tampil sebagai salah satu bintang muda yang menjanjikan. Sahid berpartisipasi dalam 22 pertandingan di musim 2025, dengan rata-rata kontribusi 3.0 poin dan 1.6 rebound per game, serta berhasil meraih penghargaan IBL Rookie of the Year 2025.
Penurunan Kontribusi
Sayangnya, performa Sahid mengalami penurunan di musim 2026, dengan rata-rata hanya 2.3 poin dan 1.4 rebound per game, meskipun pelatih memberikan lebih banyak menit bermain, dari 8.5 menit per game di musim sebelumnya menjadi 9.6 menit per game. Ia bermain dalam 16 pertandingan reguler dan dua pertandingan di fase Playoffs.
Sebelumnya, Hangtuah juga telah melepaskan dua guard veteran, Diftha Pratama dan Januar Kuntara, yang menunjukkan bahwa tim ini sedang dalam proses peremajaan. Namun, keputusan untuk melepas Sahid Kasim yang masih berusia 23 tahun menimbulkan tanda tanya mengenai langkah strategis yang diambil oleh Hangtuah Jakarta ke depan.