Logo
Raket

Hariyanto Arbi Yakin Perkembangan Tunggal Putra Indonesia Semakin Meningkat

Hariyanto Arbi, legenda bulu tangkis Indonesia, menyatakan keyakinannya terhadap kemajuan sektor tunggal putra yang menunjukkan perkembangan positif dengan munculnya pemain muda berbakat.

S
Surya Kirana
13 June 2026 9 pembaca
Alwi Farhan-Moh Zaki Ubaidillah/[Foto:PBSI]
Alwi Farhan-Moh Zaki Ubaidillah/[Foto:PBSI]

Hariyanto Arbi, seorang legenda dalam dunia bulu tangkis Indonesia, menyampaikan keyakinannya mengenai kemajuan yang terjadi di sektor tunggal putra. Ia melihat adanya perkembangan yang sangat baik, terutama dengan munculnya pemain-pemain muda yang menjanjikan di tengah menurunnya performa dua pemain senior, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting.

Pemain muda seperti Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, dan Richie Duta Richardo mulai menunjukkan potensi yang bisa diandalkan. Hariyanto mengungkapkan harapannya agar para pemain muda ini diberikan kesempatan untuk berkompetisi dan mendapatkan pengalaman yang cukup dalam menghadapi pemain-pemain top dunia. "Saya berharap pemain tunggal putra mampu tampil maksimal terutama pemain muda. Cuma perlu proses," ujarnya saat acara Polytron Indonesia Open 2026 yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada akhir pekan lalu.

Perlu Waktu untuk Berkembang

Hariyanto menekankan pentingnya jam terbang bagi para pemain muda untuk meningkatkan mental dan peringkat mereka. "Jam terbang harus lebih banyak, untuk mental dan menaikan ranking itu udah pasti. Cuma perlu waktu," tambahnya.

Di sisi lain, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, legenda ganda campuran Indonesia, juga memberikan perhatian pada perkembangan sektor ganda campuran yang kini semakin kompetitif. Mereka mengamati bahwa persaingan tidak lagi didominasi oleh tim-tim besar seperti China. Hal ini terlihat jelas dari kemenangan pasangan Denmark, Mathias Christiansen dan Alexandra Boje, yang berhasil meraih gelar juara di Indonesia Open 2026 setelah mengalahkan pasangan China, Cheng Xing dan Zhang Chi, dalam dua game yang ketat dengan skor 21-19 dan 23-21.

Pesaing yang Tak Terduga

"Kalau sekarang lebih nggak bisa ditebak siapa yang akan juara, semisal di turnamen Polytron Indonesia Open 2026," ungkap Liliyana, sapaan akrabnya, di sela-sela acara yang sama. Ia menambahkan bahwa di masa lalu, ada pasangan-pasangan seperti Zhang Nan/Zhao Yunlei dan Xu Chen/Majin yang sering kali menjadi favorit juara. Namun, saat ini, peta persaingan semakin merata.

Meski pasangan Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu merupakan pasangan ganda campuran dengan peringkat tertinggi di Indonesia, menempati posisi 9 dunia, Liliyana mengingatkan agar mereka tidak cepat merasa puas. "Kalau kita lihat, mereka cukup menjanjikan. Tapi jangan cepat puas," pungkasnya.

Artikel Terkait