Logo
Olahraga Lain

Hasim Rahman Siap Kembali ke Ring, Targetkan Rekor Juara Dunia Tertua

Hasim Rahman bersiap untuk kembali bertinju di usia 53 tahun, berusaha mencetak sejarah sebagai juara dunia tertua, sementara Moses Itauma mengejar rekor juara dunia termuda.

D
Dyah Entenopo
28 August 2026 23 pembaca
Hasim Rahman
Hasim Rahman

Dalam dunia tinju, Moses Itauma dan Hasim Rahman berusaha menciptakan sejarah di kelas berat dengan cara yang berbeda. Itauma berambisi menjadi salah satu juara dunia termuda, sementara Rahman berupaya mencetak rekor dengan kembali bertinju di usia yang lebih lanjut.

Pertarungan yang Menarik Perhatian

Itauma dijadwalkan untuk bertanding melawan Filip Hrgovic dalam perebutan gelar IBF kelas berat yang kosong. Jika berhasil meraih kemenangan di usia 21 tahun, petinju asal Inggris ini akan menjadi juara dunia kelas berat termuda kedua setelah Mike Tyson. Di sisi lain, Rahman tengah mempersiapkan comeback setelah terakhir kali bertanding secara profesional pada tahun 2014. Mantan juara dunia dua kali ini akan kembali ke ring bulan depan, dan pertarungan ini menjadi sorotan mengingat usianya yang kini telah mencapai 53 tahun.

Keinginan untuk Mencetak Sejarah

Rahman berusaha mengejar rekor yang saat ini dipegang oleh George Foreman, yang menjadi juara dunia tertua ketika merebut kembali gelar IBF dan WBA dengan mengalahkan Michael Moorer melalui KO pada ronde ke-10 pada tahun 1994, saat Foreman berusia 45 tahun. Rahman, yang memiliki pengalaman luas di kelas berat, pernah mengejutkan dunia dengan menghentikan Lennox Lewis pada tahun 2001, meski kemudian Lewis membalas kekalahan tersebut dalam pertandingan ulang dengan menghentikan Rahman pada ronde keempat.

Walaupun telah lama tidak bertanding, Rahman merasa yakin akan kemampuannya untuk kembali bertarung. Ia percaya bahwa pengalaman yang didapatnya selama bertahun-tahun membuatnya menjadi petinju yang lebih matang. “Saya merasa seperti seseorang yang berpikir, kalau saja dulu saya tahu apa yang sekarang saya ketahui, saya pasti akan sangat berbahaya. Sekarang saya sudah mengetahuinya. Saya kuat, saya bugar dan saya akan menghancurkan seseorang,” ungkap Rahman.

Comeback Rahman memang menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar tinju. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengambil risiko yang tidak perlu. “Banyak orang memang mengkhawatirkan comeback saya karena mereka melihat pria seusia saya atau seseorang yang telah melewati pengalaman seperti saya. Tetapi saya berbeda. Saya benar-benar berbeda,” tegasnya. “Saya menyayangi diri saya sendiri dan tidak akan menempatkan diri dalam bahaya. Saya kuat, bugar, bisa bertarung dan pukulan saya masih keras.”

Rahman dijadwalkan untuk menghadapi Phillip Triantafillo pada tanggal 24 September dalam perebutan gelar kelas berat Indiana State. Pertarungan ini menjadi kesempatan baginya untuk meraih kemenangan pertamanya dalam lebih dari 15 tahun. Jika berhasil kembali tampil kompetitif, Hasim Rahman dapat memulai perjalanan menuju ambisi yang lebih besar. Namun, untuk menyamai atau bahkan memecahkan pencapaian Foreman, ia masih memerlukan perjalanan panjang dan sejumlah kemenangan penting terlebih dahulu.

Artikel Terkait