HS Prannoy mengungkapkan pandangannya mengenai minimnya pengakuan terhadap atlet bulu tangkis di India, sejalan dengan pendapat yang juga disampaikan oleh Chirag Shetty dan Satwiksairaj Rankireddy setelah mereka berhasil membawa India meraih medali perunggu di Piala Thomas. Meskipun India menunjukkan performa yang baik dalam turnamen tersebut, mereka harus mengakui kekalahan dari Prancis di semifinal.
Setelah kembali ke tanah air, Chirag Shetty dan Satwiksairaj Rankireddy membagikan foto tim di Instagram dengan keterangan, "Kembali ke rumah sekarang. Seperti biasa, tidak ada yang tahu apa yang terjadi selama dua minggu terakhir, dan sepertinya tidak ada yang benar-benar peduli." Unggahan ini menjadi viral dan memicu diskusi mengenai kurangnya perhatian terhadap prestasi atlet di luar olahraga kriket.
Pentingnya Pengakuan atas Prestasi
Dalam wawancaranya dengan Boria Majumdar, HS Prannoy menjelaskan bahwa para atlet telah menerima dukungan yang cukup dari pemerintah, termasuk dari Target Olympic Podium Scheme (TOPS) dan Otoritas Olahraga India. Ia menekankan bahwa masalah utama adalah kurangnya kesadaran dan pengakuan terhadap pencapaian besar dalam bulu tangkis, serta menambahkan bahwa masyarakat hampir tidak menyadari betapa berharganya medali Piala Thomas.
"Saya rasa belakangan ini banyak sekali perbincangan, dan saya ingin mengklarifikasi apa yang sebenarnya kami maksud. Mari kita batasi diskusi pada Piala Thomas, karena Piala Thomas adalah Piala Dunia bagi kami. Kami telah bermain di Piala Thomas selama 10 edisi terakhir atau lebih, dan tersingkir di babak penyisihan grup 90% dari waktu tersebut. China dan Indonesia secara kolektif telah memenangkan hampir 30 gelar Piala Thomas. Hanya enam negara berbeda yang telah memenangkan gelar Piala Thomas, dan kami adalah salah satunya, yang menunjukkan betapa sulitnya untuk pergi ke sana dan memenangkannya," ujarnya.
Standar Tinggi dan Harapan untuk Perayaan
HS Prannoy juga menyampaikan bahwa penampilan atlet seperti Saina Nehwal dan PV Sindhu telah menciptakan standar yang sangat tinggi, di mana prestasi selain medali emas sering kali diabaikan. Ia menekankan bahwa medali emas tidak selalu dapat diraih setiap tahun dan mengajak masyarakat untuk merayakan setiap pencapaian yang diraih.
"Pemain seperti Saina Nehwal dan PV Sindhu telah meningkatkan standar dengan penampilan mereka. Jadi, olahraga kita telah mencapai tahap di mana, jika Anda tidak memenangkan medali emas, itu tidak dianggap sebagai berita. Prestasi-prestasi tersebut telah menetapkan tolok ukur, dan di situlah saya ingin memberi tahu semua orang bahwa kita tidak akan mencapai puncak itu setiap tahun dan meraih kemenangan sesekali. Jadi, setiap kali kita berprestasi dengan cukup baik, kita harus merayakannya dan mengakuinya. Itulah satu-satunya hal yang kami minta setelah Piala Thomas," tutupnya.